Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Biografi Singkat

            Salah satu tokoh penting dalam historiografi Eropa modern adalah Hegel. Merupakan filsuf yang memberi pengaruh yang cukup kuat kepada generasi-generasi penerusnya. Pemikiran Hegal mendapatkan tempat tersediri bagi para pengikutnya.  Bahkan namanya kerap disejajarkan dengan Imanuel Kant yang dikenal sebagai filsuf handal dari Jerman. Dialektika Hegel membawa pemikiran pemikiran baru yang sebelumnya belum tergali. Yang menarik Hegel bisa menyambungkan antara filsafat dengan sejarah. Hegel mampu menyelaraskan jalan pikiran filsafat dengan jalan pikiran sejarah. Hegel membawa sejarah ke alam realistis dan rasional melalui dialektika.
            Hegel lahir pada 27 Agustus 1770 di Stuttgart Jerman. Lahir dari keluarga kelas menengah yang cukup mapan. Ayahnya adalah seorang pegawai pemerintahan di Stuttgart. Sejak kecil Hegel dibiasakan untuk membaca berbagai macam literatur. Baik literatur literatur politik, sosial hingga filsafat. Sejak kecil pula Hegel tertarik untuk menjadi seorang pendeta. Karena ayah Hegel juga merupakan orang yang menguasai masalah teologi. Inilah yang kemudian mendasari Hegel untuk memasuki bidang teologi. Dari teologi minat Hegel berubah ke filsafat. Selepas dewasa Hegel justru semakin giat mendalami filsafat.
            Masa kecil Hegel dihabiskan di Stuttgart hingga memperoleh gelar sarjana untuk teologi di Universitas Tubingen pada tahun 1791.tahun 1801 Hegel mengajar filsafat di Universitas Jena bersama Friedirch von Schelling salah satu filsuf jerman. Pertemuan dengan Schelling membuat Hegel mulai tertarik kepada filsafat dan mulai menekuninya. Namun hubungan keduanya berakhir ketika Hegel menerbitkan tulisan yang mengkritik Schelling. Tahun 1808 Hegel dipercaya menjadi kepala sekolah dan mengajar filsafat di sebuah sekolah menengah Gymnasium Nuremberg. Dan tahun 1816 Hegel dipercaya menjadi guru besar filsafat di Universitas Hiedelberg. Dua tahun kemudian Hegel dipercaya pula untuk menjadi guru besar di Universitas Berlin.
  
Karya dan Pemikiran Hegel
            Karya pertama Hegel adalah The Life of Jesus dan The Spirit of Chiristiany yang dibuat semasa masih berada di universitas Tubingen. Karya ini masih berisi seputar ajaran teologi kristen. Hegel belum mulai mempelajari filsafat secara mendalam saat masih menjadi mahasiswa di Tubingen. Karya berikutnya adalah pembahasan filsafat The Difference Between Fichte’s and Schelling’s Systems of Philosophy. Merupakan perbandingan dari pemikiran dua filsuf Jerman yang dikagumi oleh Hegel. Sampai pada masa ini Hegel belum menciptakan karya yang monumental yang dikenal oleh masyarakat luas.
            Karya ketiga Hegel adalah sebuah karya yang mengantarkan Hegel menjadi seorang filsuf yang disegani di Jerman, Phenomenology of Spirit (Phänomenologie des Geistes) yang sering diterjemahkan sebagai Phenomenology of Mind pada tahun 1807. Phenomenology Spirit berisi tentang pemikiran Hegel bahwa ruh atau spirit memegang peranan yang paling penting dalam proses berpikir kita. Pemikirannya tentang Roh Mutlak atau absolut dapat dilalui dengan pendekatan filsafat, agama dan seni. Pengkajian tiga hal tersebut kemudian menjadi dasar bahwa filsafat memiliki tingkat pemahaman yang mampu menuju kepemahaman mengenai hakekat Roh Mutlak, dikarenakan sifatnya yang konseptual dan rasional. Karya ini juga yang mengakibatkan hubungan Hegel dengan Schelling renggang. Dalam kata pengantar buku ini Hegel mengkritik metode Schelling.
            Karya selanjutnya dari Hegel adalah serangkaian pembahasan mengenai filsafat, dalam Science of Logic (Wissenschaft der Logik), Encyclopedia of the Philosophical Sciences (Enzyklopaedie der philosophischen Wissenschaften) dan Elements of the Philosophy of Right (Grundlinien der Philosophie des Rechts). Ketga karya ini memang memiliki keterkaitan satu sama lain. Hegel sengaja membuatnya berkelanjutan. Dengan tujuan menjelaskan secara detail apa-apa yang dibahasnya.
            Selain itu, kuliah-kuliah yang diajarkan Hegel di Universitas Berlin juga kemudian dibukukan. Diantara materi yang dibukukan adalah materi kuliah tentang Filsafat Sejarah, diterjemahkan menjadi “Kuliah tentang Filsafat Sejarah Dunia”. Juga materi kuliah tentang Filsafat Agama dan materi kuliah tentang Sejarah Filsafat. Namun materi kuliah yang dibukukan isinya tidak terlalu dalam. Karena hanya merupakan rangkuman dari materi filsafat yang biasa Hegel ajarkan, bukan buku yang berisi pemikiran Hegel secara mendalam.
            Karya dari Hegel yang berkaitan dengan sejarah adalah Filsafat Sejarah. Materi materi yang diajarkan kala Hegel menjadi dosen dibukukan sepeninggal Hegel. Isi dari buku ini sendiri, sebagai contoh kecil terdapat pemikiran Hegel bahwa sejarah harus bersifat real dan rasional. Serta dibahas pula penggunaan dialektika dalam memecahkan masalah dalam sejarah. Dialektika adalah pemikiran Hegel bahwa dalam pemecahan masalah terdapat sebuah tesis, yang kemudian ditentang oleh antitesis. Sedang kombinasi dari kedua hal ini yang kemudian menjadi pemecah masalah adalah sintesis.
Menurut Hegel dialektika merupakan proses restorasi yang perkembangannya berasal dari kesadaran diri yang akhirnya akan mencapai kesatuan dan kebebasan yang berasal dari pengetahuan diri yang sempurna. Dialektika merupakan suatu aktvitas peningkatan kesadaran diri atas pikiran yang menempatkan objek-objek yang nampak independen kearah rasional, yang kemudian diadopsi Marx menjadi bentuk lain yakni ’alienasi’. Dialektika Hegel menjadikan akhir sesuatu menjadi awal kembali, seperti sebuah siklus.  Prinsip utamanya adalah thesis – antithesis – sinthesis. Thesis merupakan perwujudan atas pandangan tertentu. Sedangkan antithesis menempatkan dirinya sebagai opisisi. Serta sinthesis merupakan hasil rekonsiliasi atas pertentangan sebelumnya yang kemudian akan menjadi sebuah thesis baru, dan begitu seterusnya. Sehingga ketiganya merupakan pertentangan yang kelak menjadi kesatuan utuh dalam realitas.
Sebagai sebuah analogi sederhana ada telur sebagai thesis, yang kemudian muncul ayam sebagai sebuah sinthesis, yang antithesisnya bukan telur. Dalam dilektika ini, bukan berarti ayam telah menghancurkan telur. Namun, dalam hal ini sebenarnya telur telah melampaui dirinya sehingga menjadi ayam, dengan melalui sebuah proses. Yang kemudian  akan kembali berubah menjadi telur, dan terus seperti itu. Sehingga dialektika merupakan proses pergerakan yang dinamis menuju perubahan.
Bisa juga dianalogikan dengan bentuk negara. Sebuah negara yang tidak memiliki pemerintahan yang kuat, dengan rakyat berlaku sebebas-bebasnya disebut thesis. Sedangkan sebuah negara diktator dengan rakyat yang tidak memiliki kebebabasan sama sekali adalah sebagai antithesis. Maka sebagai sinthesisnya adalah penggabungan dari thesis dan antithesis, dalam hal ini bentuk negara demokrasi bisa disebut sinthesis dimana negara memiliki pemerintahan yang kuat namun rakyat juga masih memiliki kebebasan.
            Menurut Hegel, dialektika bersifat juga ontologis, bahwa proses gerak pemikiran adalah sama dengan proses gerak kenyataan. Oleh karena itu pengertian-pengertian, kategori-kategori, sebenarnya bukanlah hukum-hukum pemikiran belaka, tetapi kenyataan-kenyataan atau realita. Pengertian-pengertian dan kategori bukan hanya sesuatu yang menyusun pemikiran kita, tetapi semua adalah kerangka dunia yang menggambarkan realitas dunia dalam pikiran atau roh.

Pengaruh Hegel
            Hegel menciptakan generasi tersendiri yang berpikir dengan pemikiran ala Hegel. Dengan metode dialektika. Banyak filsuf Eropa generasi berikutnya yang menjadikan Hegel sebagai kiblat/dasar dalam berpikir. Diantara nya adalah Feuerbach, Karl Marx, Heidegger, Sartre, Kierkegaard dan banyak lagi filsuf dari Eropa lainnya. Sedangkan yang menentangnya juga cukup banyak, salah satunya adalah Nietszche. Ajaran Hegel dikenal dengana Hegelianisme.
Hegel tidak hanya meninggalkan pemikiran dialektika, namun pengikut Hegeliaan-nya pun terpecah menjadi dua kubu sepeninggal beliau. Hegelian Tua yang cenderung konservatif  atas pemikiran Hegel terkait dialektika dan gagasan Hegel terkait agama yang dianggap selaras dengan nilai-nilai kristiani saat itu. Hegelian Tua sempat mempengaruhi kondisi Jerman hingga akhir abad-19, dan Hegelian Muda yang lebih modernis dan liberal atas pemikiran ’sang guru’. Mereka cenderung mengkritisi hukum dialektika Hegel, dan mentransformasikannya dalam bentuk dialektika materialis, serta menolak pikiran sebagai realitas tertinggi. Diantara tokohnya, adalah David Fredrich Strauus, dan Ludwig Feurbach.
            Metode dialektika Hegel juga dipakai secara luas dalam metode-metode berpikir era masa kini. Penggunaan thesis-antithesis-sinthesis dipakai secara luas baik dalam bidang filsafat ataupun dalam berbagai bidang keilmuan yang lainnya. Bisa dikatakan inilah sumbangan Hegel yang paling besar bagi dunia filsafat. Disamping buku-bukunya yang lain tentu. Salah satu pengikut aliran Hegel yang memiliki pengaruh luas adalah Karl Marx. Karl Marx dianggap sebagai bapak marxisme, sebuah paham yang dikenal sebagai cikal bakal paham sosialisme yang dikemudian hari oleh pengikutnya dikembangkan pula menjadi komunisme.

Advertisements

Kata Kunci

         Berjalan di jalan yang selalu kamu lewati. Merasakan dekat di tempatmu tidur malam ini. membayangkan warna baju yang kamu pakai sekarang. Sedang berbaringkah kamu, atau sedang terpejam memaksakan kantuk pada matamu. Disela alunan alunan musik yang melantun lembut ke telingamu. Sedang apa malam ini manisku? Masih nakalkah nyamuk nyamuk di belakang rumahmu. Masih berisikkah jangkrik jangkrik dan anjing yang selalu menggonggong di malam hari? Semoga kamu tak sulit tidur malam ini. Merundung lagi masalah masalah yang ada di kepalamu.
         Apa masalahmu malam kali ini? masihkah seputaran bagaimana kau takut aku menjadi tak berguna. Menjadi takut untuk aku mengucapkan kata kata cinta padamu. Yang kemudan akan menambah daftar panjang masalah yang tidak bisa kamu lari darinya. Dari bimbang yang ada dalam hatimu. Kenapa masih bimbang? Padahal aku pernah katakan ini padamu. Kurang jelaskah aku dulu katakan kepadamu di teras rumahmu. Bahwa kamu memiliki tangan yang utuh untuk memutuskan segala seseuatu. Bahwa kamu tak perlu mendengarkan omongan omongan orang pasar. Tak perlu terima pertimbangan pertimbangan tak bermutu dari orang orangan sawah.
         Cukup dengarkan aku bicara kemarin. Bahwa hidup itu tidak sekedar bagaimana menentukan yang mana keputusan yang paling baik. Memutuskan yang mana yang akan menjadi pilihanmu nanti. Apakah salju yang dingin atau api yang membara. Kamu ingin seperti apa? Ingin damai atau ingin bergelora? Ingin tenang atau ingin selalu bergairah. Ingin membeku atau ingin terbakar? Bukankah mudah semua masalahmu itu? Lalu kenapa kamu masih bimbang? Jangan pernah menjadi orang yang tak tau diri. Tak bisa mengambil pelajaran dari orang yang kamu sia sia kan.
         Meskipun sebenarnya aku yang menyia-nyiakanmu. Meninggalkan kamu dalam kesendirian. Masih peragu ternyata kamu, tak bisa menentukan apa yang terbaik. Sedang yang paling mengerti tentang yang terbaik untukmu adalah hatimu sendiri. Lalu kenapa tak kamu tanya saja hatimu? Kenapa melemparkan pertanyaan pada malam yang kosong. Yang tak pernah punya jawaban untuk kata kata tanyamu. Kenapa melemparkan pertanyaan pada orang orangan sawah? Yang tak tahu menahu tentang apa yang ada dihatimu.
         Mereka teman yang baik memang. Mengusir burung burung pelatuk yang merusak padi. Senantiasa berdiri melindungimu siang malam. Tapi mereka hanya orang orangan sawah. Tak pernah menyirami benih padi yang kini tumbuh subur. Tak pernah menurunkan hujan yang menyuburkan. Mereka sekedar boneka yang tak tahu menahu. Dan aku hanyalah burung burung yang mencoba mencuri bulir bulir padimu. Untuk mengobati rasa lapar yang menyiksa.
         Senyum saja dulu, karena senyum itu mengobati segala hal. Karena saat kamu jatuh kelak, aku tak mau berada disampingmu. Aku tak mau berada didekatmu. Tidak sedikitpun. Untuk waktu yang lama, untuk batas yang mungkin untuk seumur hidup. Selamanya kalau memang perlu waktu selama itu.
         Pada akhirnya malam juga tak punya jawaban. Juga rintik rintik hujan. Tak ada kunci jawaban seperti soal soal kuliah. Jawaban bukan untuk dicari tapi untuk dibuat. Buatlah jawaban mu sendiri. Dan untuk membuatnya kamu hanya perlu ucapkan satu kata kunci. Bismillahirahmannirrohim

Serta Kaki Gunung

                Jawaban selalu datang setelah tanya, setelah menahan rindu yang dalam dia selalu datang. Seperti datangnya gerimis sore hari kepada terik siang hari. Menjinakkan debu-debu yang berterbangan lembut di sela-sela semilir angin. Menjadikan tanah yang kering menjadi basah dengan aroma hujan, seperti yang terjadi di hutan-hutan jati. Hutan yang selalu kita lalui di sepanjang perjalanan pulang dari kaki gunung. Kita yang bodoh, selalu pulang saat sore menjelang. Padahal kita tau setiap ada pertanyaan akankah hujan sore nanti pasti datang jawaban, akan selalu hujan sore nanti. Karena kita adalah orang-orang yang mencintai hujan di sore hari.
                Kita memandang awan jauh di depan sana selalu gelap. Cemas kalau-kalau kita tak cukup kencang berlari menghindari hujan. Dan kita selalu basah kuyup, menyelamatkan sisa-sisa baju kering untuk baju ganti nanti. Sebenarnya aku yang bodoh atau memang kita semua bodoh. Belum pernah aku pulang melewati belik ataupun bumiayu tanpa kehujanan. Lalu kalian tertawa mencemaskan aku, kalau kalau hujan datang mengikisku habis tak bersisa. Dan di tengah tengah hawa dingin belantara jatinegara kita selalu tertawa. Bolak balik memeriksa apakah jari jariku masih utuh, kepalaku masih berbentuk. Sedangkan aku menggigil kedinginan. Kalian tentu tau, aku tak terbiasa berbalut air seperti itu.
                Kenapa kita tak berangkat saat siang saja, saat terik matahari masih perkasa mengusir awan awan tebal. Lalu tawa kalian semakin keras. Mencemaskan kalau kalau jari jariku mengering dan terlepas satu satu karena tanganku tak bisa merekat saat terik. Kita lebih memilih untuk melanjutkan rapelan tidur kemarin hari. Pengganti malam malam kemarin yang kita habiskan melempar puntung-puntung rokok pada gelas kopi yang telah kosong. Dan kartu terus dibagi empat sama banyak. Salah satu dari kita memegang gitar, sisanya memegang hidung masing masing. Aku yang duduk di pojok Cuma bisa pasrah. Tidak bisa melawan, kurus tak punya harapan. Yang membuat kalian diam cuma kartuku kali ini, tiga kartu king, dan empat kartu 8 sekop.
                Malam hampir habis, sedang rokok kita telah benar-benar habis. Saat itulah kita ingat, uang di dalam dompet ternyata ikut habis. Lalu dengan apa kita membayar rokok. Tidak dengan lagi lagu cinta yang sedang kita nyanyikan tentu. Lagu yang kita nyanyikan hanya untuk orang yang kita cinta, yang saat ini pasti sudah terlelap. Sudah tidurkah burung hantu di pohon jambu? Kenapa tikus asyik berlarian di depan kita. Tikus dan keluarganya. Mugkin malam ini di kaki gunung sedang berputar pesta untuk burung. Menyambut purnama bulan yang ke tiga di tahun ini. Aku teringat bulan lagi. Teringat tempat kita selalu duduk bersama di bawah bulan. Di penghujung april, di penghabisan uang bulanan kita. Setidaknya aku masih bisa makan, tak pernah kelaparan.
                Untuk temanku di kaki gunung sana. Sampaikan salamku padanya, sampaikan betapa aku rindu padanya. Rindu yang mengendap seperti endapan kopi. Rindu yang mengental seperti getah karet. Rindu yang pekat seperti kabut pagi itu. Pagi aku menyaksikan bayangan gunung di arah aku bangun tidur. Sampaikan padanya di ujung pendakian gunung. Sampaikan bela sungkawaku pada sedih yang selalu datang. Semoga ia mendapat tempat paling mulia di puncak gunung. Di bawah langit biru dan di atas lautan awan. Selalu ditemani senang dan bahagia selalu, sepanjang waktu. Setiap waktu.

Air Seni Bulan

          Hidup selalu bisa dihubungkan dengan seni, baik seni yang bersifat indah indah seperti seni pada umumnya ataupun yang bersifat seni terapan. Seni yang pertama membutuhkan banyak hal, baik bakat maupun kemampuan, naluri mencipta dan mengkreasi serta inspirasi murni. Itulah seni pada buku buku Hamka, atau puisi puisi Chairil, seni pada lukisan Affandi serta seni pada pementasan pementasan Butet. Seni yang indah indah, seni yang megah yang saat menyaksikannya membuat kita tergugah. Merinding dan terbawa pusaran haru. Untuk seni yang pertama amat sulit untuk kita bisa mencapainya. sebab membutuhkan bnyak hal untuk menciptakan seseuatu yang bernilai seni.
          Karena alasan itu dibuatlah seni terapan. seni yang kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Seni  terapan adalah seni yang sederhana. Seperti warna cat tembok kita adalah juga seni. Bagaimana atap rumah kita dibuat miring juga seni, atau mengenai bagaimana kita memilih kata saat berbicara dengan kekasih kita. Seni ini memungkinkan kita untuk menghiasi hari hari biasa kita dengan seni, menjadikannya hari hari yang luar biasa. Agar manusia selalu menerapkan seni dalam keseharian mereka. Karena manusia memiliki jiwa tidak seperti robot. Sudah sewajarnya manusia memiliki pemahaman seni di dalam pemikirannya. Tentang keindahan, kebersihan, kejujuran, kesetiakawanan, cinta, kasih sayang bahkan benci.
          Itulah alasan kenapa aku mencintaimu, karena menerapkan seni dalam hidup. Seni membutuhkan pemicu untuk merangsangnya tumbuh. dan aku menggunakan kamu sebagai pemicu yang paling ampuh. hanya dari namamu saja aku bisa meloncatkan pikiranku ke segala hal. dari mitologi mitologi kuno jawa tentang dewi penjaga bulan sampai pada penghitungan bulan baru bulan mati bulan purnama. Dan aku mencintaimu karena seni, karena seni membutuhkan cinta untuk tetap hidup seperti perdu membutuhkan air untuk tetap hidup. Seperti air, cintaku padamu menyirami seni yang ada dalam diriku untuk terus hidup. kemudian terus berkarya meskipun sederhana. tapi tahukah kamu bahwa seni yang sederhana ini benar benar membuatku bahagia.
          Lalu kemudian kamu berubah menjadi candu, menjadi seseuatu yang sulit untuk dilepaskan. menempel lekat dalam otak, memaksanya memikirkan ratusan puisi yang mungkin bisa kubuat untukmu. untuk apa aku buatkan puisi puisi untukmu?. bukan untuk memikat hatimu atau ingin mendapat pujianmu. aku hanya mengejar ketenangan hati. dan bersama bait bait dan baris baris yang terhapus aku menemukan ketenangan melebihi yang aku dapat dari nikotin bahkan alkohol. saat kamu tersenyum membacanya aku akan membuat banyak lagi untuk membuatmu tertawa. saat kamu mengacuhkanpun aku akan membuat kata serapah lebih banyak lagi. Karena kamu terus menginspirasi tak peduli apapun yang kamu perbuat padaku
          Ada juga bosan yang melanda saat menjadikan cinta sebagai sumber inspirasi. Maka kadang aku beralih menjadikan benci sebagai inspirasi. Dan hal hal yang menyertainya seperti patah hati, dendam dan perasaan negatif dari amarah ternyata lebih menenangkan dari pada keinginan untuk mendapat cinta darimu. Aku mulai terjebak pada kesenangan bahwa penolakan membuat aku semakin kuat. Bahwa rasa cemburu pada kekasih kekasihmu membuat aku bahagia dengan cara yang aneh. Kelainan seperti skozophrenia, ahh andai saja aku benar benar memiliki delusi yang sangat kuat tentang kamu.
          Terima kasih untuk waktu yang kamu beri untukku. Darimu aku belajar banyak hal baik maupun jahat. Aku bisa menyehatkan jiwa dengan kesibukan kesibukan mengaksarakan apa saja yang terlintas dalam benak ini. dan kebanyakan yang terlintas adalah wajahmu. Dari nama ke wajah, aku semakin banyak meloncatkan pikiran dari satu hal ke ratusan hal lainnya. Wajah manismu, ekspresi datar ataupun senyum yang terkembang. Tawamu yang renyah atau tangismu yang indah. Meskipuan aku tak pernah melihatmu menangis tapi aku yakin, dalam pikiranku kamu terlihat sangat cantik saat menangis. Sayangnya aku tak pernah bisa membuatmu menangis. Tapi suatu saat nanti aku akan membuat air mata kelua dari wajahmu. Aku menjanjikan hal ini segera.
          Seorang perencana yang baik. Bahkan merencanakan agar kamu tidak punya alasan untuk menyukai aku. Sehingga aku punya alasan untuk membencimu. Aku membuatmu tidak bisa membaca pikiranku, sehingga aku punya alasn untuk bisa membaca pikiranmu. Membuatmu merasa bersalah sehingga aku bisa menyalahkanmu atas semua nasib buruk yang datang padaku. Malah seringkali aku menjadikan sebagai alasan untuk aku bisa mabuk mabukan. Padahal sejatinya aku memang bermental pemabuk. Baik saat kondisi pikiran kacau ataupun saat aku tak punya masalah apa apa.
          Kamu memberikan alasan kenapa aku menyukai bulan. Kenapa setiap malam aku lekat menatapnya di langit. Mencari kehangatan pada sinarnya yang redup. Logikanya, seterang apapun bulan bersinar akan tetap tertutupi oleh dingin yang dibawa malam. Sebesar apapun rasa sula yang dipendam padamu akal sehatku masih tetap berkuasa atas diriku. Kamu adalah air yang menyirami seni dalam darahku. Yang selalu mengalir berputar antara jantung dan pembuluh balik. Dan kamu tidak kekal, karena bulan selalu hilang diganti matahari. Dan kamu adalah penukarku untuk rasa senang tenang dan damai.
          

Wajah Buku

Wajah manusia seperti sebuah buku yang menarik untuk dibaca. Membaca senyum yang dibuat oleh otot-ototnya, membuat tawa renyah yang dilepaskan atau sekadar suara yang dibisikkannya. Mungkin juga kita bisa membaca kesedihan lewat air mata yang meleleh, atau bola mata yang sayu. Membaca kemarahan lewat gemeretak geraham dan nafas cepat yang hidung denguskan. Atau membaca kebingungan saat mata terlalu banyak mengedip, saat ludah lebih banyak ditelan. Membaca ketegangan saat mata tak berkedip, nafas berat dan mata yang tajam. Tidak peduli seberapa tampan atau cantiknya wajahmu, selalu ada cara untuk membaca wajah. Dan wajah selalu menyimpan misterinya rapat rapat. Seperti wajahmu, yang bersembunyi di balik kerudung merah.

Coba aku baca wajahmu, wajah cantik kepunyaan bidadari yang wangi. Di keningmu aku lihat beberapa berkas sinar. Menandakan kecerdasan yang tentu kau miliki, dan aku tak pernah meragukan itu. Yang pertama sinar putih, menandakan putihnya hatimu, yang tak pernah marah padaku meski aku sering mengganggumu. Dengan rayuan rayuan murahan akan membelikanmu bakso sepulang sekolah. Dengan niatan niatan akan mengantarmu kemana saja. Yang kedua sinar biru, menandakan teduhnya hatimu. Seperti laut yang selalu bisa menyimpan kesedihan dalam dalam. Hatimu seperti samudera yang dalam, butuh keberanian untuk menyelaminya sampai ke dasar. Tidak hanya berenang kecipak kecipuk di permukaan saja.

Sedang di matamu selalu terlihat pelangi kecil. Bukan pelangi seperti yang terlihat sesudah hujan memang, lebih kecil. Seperti pelangi yang terlihat pada butiran embun yang tertimpa matahari pagi. Lembut dan menyejukkan menjadi pelipur lara bagi tubuh kurus ini dari dingin semalam. Tak hanya pelangi saja, semua benda langit aku pikir ada di matamu. Ada matahari senja yang menghangatkan, ada rembulan yang menerangi setiap malam datang. Dan bintang bintang yang berkilauan di matamu yang telak membuat aku bertekuk lutut padamu. Seandainya ada pertanyaan mengenai mata siapa yang paling indah di dunia ini aku akan menjawab, hanya matamu.

Teliangamu meskipun tertutupi kerudung merah tapi aku yakin adalah telinga yang paling cantik. Bukan karena bentuk daunnya tapi karena kamu seorang pendengar yang baik. Sehingga berbicara denganmu adalah salah satu obat pelipur lara. Karena aku tau, kamu selalu mendengarkan sepenuh hati. Tak pernah menampakkan wajah bosan atau meremehkan. Dan kamu mendengarkan semua hal yang baik. Aku masih ingat, kamu memiliki selera musik yang bagus. Dan ditengah kesibukanmu, bahkan masih menyempatkan diri mendengarkan adikmu mengaji. Mendengarkan curahan hati sahabatmu, tentang putus cinta atau tentang patah hati lalu cemburu bahkan pertengkaran.

 Dan yang paling menyenangkan dari membaca wajah adalah membaca senyum. Karena senyum memadukan gerak bibir, pipi, dahi, hidung, dagu, pelipis, mata dan seluruh wajah. Membaca senyum seperti melihat bunga mawar yang merekah. Seperti kembang api yang bertebaran di langit. Seperti supernaova yang memercikan ratusan bintang di langit tingkat sekian. Tidak ada yang lebih indah dari senyum. Karena senyum mampu menyembuhkan semua rasa sakit. Senyum menyembuhkan dendam. Segala macam dendam yang ada di dunia. Bahkan dendam kesumat yang aku punya ternyata sirna seketika begitu teringat manis senyummu.

Baru sebatas itu aku bisa membaca wajah. Dan hanya sebatas wajah yang bisa aku baca. Aku tak bisa membaca rambut hitammu, karena syariat melarangku melihat rambutmu. Aku juga tak bisa mengeja satu persatu lentik jari tanganmu, karena syariat melarangku menyentuh tanganmu. Dan aku tak bisa membaca kaki jenjangmu, punggung putihmu, lengan, dada, paha, perut, pundak dan seluruh bagian tubuhmu. Astaghfirullah hal adziim… pikiran laki laki memang tak bisa jauh jauh dari ini semua. Dari keindahan membaca tubuh perempuan. Yang diciptakan meyerupai bumi yang menghampar. Diciptakanlah semacam Semeru dan bromo bersama puncak mahameru dengan batu merah delima besarnya, danau kelimutu, goa jatijajar diantara  hutan menoreh, tebing tebing curam dan semak belukar halus yang lembut

Tapi tenang, laki laki yang satu ini hanya suka membaca wajahmu bukan yang lain. Wajah buku dengan sampul wajah yang manis dalam bingkai warna merah. Sayang kita sekarang tidak saling kenal, kalau saja masih boleh bicara. Aku hendak mengucapkan satu hal. Semoga panjang umur selalu untukmu.

                                                                                                                                           Jogjakarta 2011, entah ini ditulis untuk siapa, tapi sepertinya ini untuk

Orange

photo: Masimo Barbieri