Nietzsche Part 1

Riwayat Hidup Friedrich Wilhelm Nietzsche
Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir pada tanggal 15 Oktober 1844 di Rocken. Nietzsche lahir dari keluarga Protestan Lutheran yang saleh.  Ayahnya adalah seorang pastor Lutheran  yang berharap anaknya menjadi seorang pendeta. Beliau meninggal ketika Nietzsche berusia lima tahun. Kemudian Nietzsche tinggal bersama keluarga ibunya yang kebanyakan perempuan. Teman-teman di sekolahnya menjuluki dia “si pendeta kecil”.

Tahun 1854, Nietzsche masuk Gymnasium di kota Naumburg. Namun, setelah empat tahun dia pindah ke sekolah asrama Lutheran yang terkenal di kota Pforta atas permintaan ibunya. Nietzsche mengagumi akan kejeniusan kebudayaan Yunani kuno. Pada tahun 1864, dia melanjutkan studi di Universitas Bonn bersama temannya dari Pforta, yaitu Paul Deussen.  Tahun 1865, dia belajar filologi di kota Leipzig di bawah bimbingan Profesor Ritschl. Di kota ini dia meninggalkan agamanya.

Tahun 1867, dia menunaikan wajib militer di bagian artileri tepatnya di sebuah barak di Naumburg. Karena dia jatuh dari kuda dan terluka, lalu dia kembali ke Leipzig untuk belajar lagi. Ketika berusia 24 tahun atau sekitar tahun 1869, dia diminta untuk menjadi dosen di Universitas Basel. Antara tahun 1873-1876, Nietzsche menerbitkan empat buah esai dengan satu judul umum Unzeitgemasse Betrachtungen (Kontemplasi-kontemplasi tak aktual). Tahun 1876, dia menerbitkan esai keempat yang berjudul Richard Wagner in Bayreuth.

Setelah tahun 1879 Nietzsche sering sakit-sakitan dan berpindah-pindah. Dia menghasilkan karya-karya seperti Also Sprach Zarathustra (Demikianlah Sabda Zarathustra), Der Anti-christ (Sang Anti Kristus), Ecce Homo (Itulah Manusi.a), dll. 

Karya-karya lainnya seperti di bawah ini:
1872 – Die Geburt der Tragödie (Kelahiran Tragedi)
1873-1876 – Unzeitgemässe Betrachtungen (Pandangan non-Kontemporer)
1878-1880 – Menschliches, Allzumenschliches (Manusiawi, Terlalu Manusiawi)
1881 – Morgenröthe (Merahnya Pagi)
1882 – Die fröhliche Wissenschaft (Ilmu yang Gembira)
1883-1885 – Also sprach Zarathustra (Maka Berbicaralah Zarathustra)
1886 – Jenseits von Gut und Böse (Melampaui Kebajikan dan Kejahatan)
1887 – Zur Genealogie der Moral (Mengenai Silsilah Moral)
1888 – Der Fall Wagner (Hal Perihal Wagner)
1889 – Götzen-Dämmerung (Menutupi Berhala)
1889 – Der Antichrist (Sang Antikristus)
1889 – Ecce Homo (Lihat Sang Manusia)
1889 – Dionysos-Dithyramben
1889 – Nietzsche contra Wagner

Pada akhir tahun 1880-an, Friedrich Wilhelm Nietzsche mulai percaya bahwa dia merupakan contoh makhluk ubermensch yang pertama. Akibatnya dia mulai kehilangan akal. Dia menghabiskan sepuluh tahun akhir hidupnya dalam keadaan gila. Hanya ibunya yang merawat.

Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s