Luka

​Mereka bergumam

Terhitung luka bangsanya, seribu, bahkan lebih. Sejuta, lebih.

Ibu paruh baya yang terduduk di trotoar, memandang roda-roda bis yang sedari pagi berlalu. Di pangkuan dagangannya masih utuh. Kacang dalam plastik yang direnteng, keripik kering yang tercampur remah-remahnya.

Seharian ia naik turun bis kota, beranjak dari pintu depan ke belakang.

Belasan luka, uang sekolah anak yang belum terbayar, atap rumah bocor yang belum tertambal, hutang di warung depan yang belum bisa dibayar.

Sementara deretan yang duduk di bus pun membawa masing-masing luka di punggungnya, atau di kepalanya.

Aku pun demikian!

Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s