Luka

​Mereka bergumam

Terhitung luka bangsanya, seribu, bahkan lebih. Sejuta, lebih.

Ibu paruh baya yang terduduk di trotoar, memandang roda-roda bis yang sedari pagi berlalu. Di pangkuan dagangannya masih utuh. Kacang dalam plastik yang direnteng, keripik kering yang tercampur remah-remahnya.

Seharian ia naik turun bis kota, beranjak dari pintu depan ke belakang.

Belasan luka, uang sekolah anak yang belum terbayar, atap rumah bocor yang belum tertambal, hutang di warung depan yang belum bisa dibayar.

Sementara deretan yang duduk di bus pun membawa masing-masing luka di punggungnya, atau di kepalanya.

Aku pun demikian!

Advertisements

Jelajah Candi

Melalui penjelajahan candi, sejatinya kita telah melakukan perjalanan waktu ke masa lampau. Candi ini misalnya, taksiran usianya mencapai lebih dari 1000 tahun. Ia telah berdiri, disucikan, terkubur, rapuh, lalu kemudian dipugar kembali. Satu yang tak berubah, candi akan tetap menjadi penanda sejarah. Candi menjadi jembatan waktu masa kini dan masa lampau.

Tentang Saluran Youtube di Indonesia

Youtube, youtube, youtube, lebih dari TV! Boom!

Semboyan ini kerap digunakan oleh Youtuber muda asal Indonesia untuk menggambarkan superioritas Youtube terhadap televisi. Agaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa konten yang disajikan televisi semakin tidak bermutu. Banyaknya sinetron yang dianggap tidak mendidik, acara reality bohongan, atau komedi kuno, bahkan acara musik dangdut yang dianggap kampungan. Anggapan ini tentu tidak mewakili suara masyarakat pada umumnya. Bagi masyarakat di daerah atau masyarakat ekonomi ke bawah, mungkin acara-acara tersebut masih menghibur. Tapi bagi generasi milenial, televisi bukan lagi hiburan yang menarik.