Sejarah Pendidikan

A.        Pengertian Sejarah Pendidikan
Sejarah pendidikan merupakan sejarah yang mengkaji pendidikan yang meliputi sistem pendidikan, persekolahan atau gagasan-gagasan masyarakat tentang pendidikan, keagamaan, dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu,adalam wujud historiografinya, sejarah pendidikan sulit dibedakan dengan sejarah intelektual jika yang dikaji mengenai gagasan pendidikan.
Di negara-negara Eropa dan Amerika perhatian kepada sejarah pendidikan mulai ada sejak abad ke-19 dan digunakan untuk bermacam-macam tujuan, terutama untuk membangkitkan kesadaran bangsa dan kesatuan kebudayaan, pengembangan profesi guru-guru, atau untuk kebanggaan terhadap lembaga-lembaga dan tipe-tipe pendidikan tertentu. Pendidikan juga dimaksudkan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan industri di negara-negara maju tersebut.
Substansi dan tekanan dalam sejarah pendidikan bermacam-macam tergantung kepada maksud dan kajian, mulai tradisi pemikiran dan para pemikir besar dalam pendidikan, tradisi nasional, sistem pendidikan beserta komponen- komponennya, sampai kepada pendidikan dalam hubungannya dengan sejumlah elemen problematis dalam perubahan sosial atau kestabilan, termasuk keagamaan, ilmu pengetahuan (sains), ekonomi, dan gerakan-gerakan sosial.
Esensi dari pendidikan itu sendiri sebenarnya ialah pengalihan (transmisi) kebudayaan (ilmu pengetahuan), teknologi, ide-ide dan nilai-nilai spiritual (serta estetika) dari generasi tua kepada generasi muda dalam setiap masyarakat atau bangsa. Oleh sebab itu, sejarah pendidikan mempunyai sejarah yang sama tuanya dengan masyarakat pelakunya sendiri, sejak dari pendidikan informal dalam keluarga batih, sampai dengan pendidikan formal dan non formal dalam masyarakat agraris maupun industri. [1]
B.        Ruang Lingkup Sejarah Pendidikan di Indonesia
            Ruang lingkup sejarah pendidikan terutama mengenai lahirnya pendidikan di Indonesia. Ragam dan jenis-jenis pendidikan yang ada di Indonesia. Perkembangan pendidikan di Indonesia dari masa ke masa, serta institusi pendidikan yang ada di Indonesia pada setiap periode. Juga sedikit akan dibahas mengenai hubungan antara pendidikan dengan kehidupan suatu masyarakat.
            Pendidikan lahir bersamaan dengan adanya kehidupan manusia di dunia ini. Pendidikan bisa diartikan secara sederhana sebagai proses membimbing orang tua kepada anaknya, yang kemudian berkembang menjadi proses membimbing orang yang memiliki ilmu kepada yang tidak memiliki ilmu.[2] Lama kelamaan proses pendidikan membutuhkan wadah yang mampu mengakomodasi proses bimbingan atau transfer ilmu ini. Kemudian mulailah lahir pendidikan dalam lingkup yang luas.
            Pendidikan memiliki ragam dan jenis yang berbeda. Baik dalam hal sistem yang dianut, tujuan pendidikan sampai tata cara pendidikan. Pada masa hindu budha misalnya, pendidikan mengalami keberagaman. Terdapat pendidikan agama, yang diselenggarakan oleh biksu-biksu ataupun pendeta di kuil maupun wihara. Terdapat pula pendidikan yang diselenggarakan oleh kerajaan untuk mencari pegawai kerajaan abdi istana atau prajurit.
            Sedang perkembangan pendidikan di Indonesia akan dibatasi dimulai pada masa hindu budha, di mana pendidikan agama sangat ditekankan. Hingga masa reformasi saat ini, di mana keterbukaan sangat ditekankan. Sedangkan di luar periode masa hindu budha hingga era reformasi belum bisa dibahas secara akurat karena ketiadaan sumber yang lengkap.
            Yang paling pokok adalah pembahasan mengenai pendidikan di Indonesai setelah Indonesia merdeka. Pendidikan pada pasca kemerdekaan merupakan salah satu moment dalam pendidikan Indonesia yang sangat penting. Pada masa inilah cikal bakal pendidikan Indonesai dipertegas setelah sebelmunya pada masa pergerakan Indoseia sudah memiliki berbagai sekolah walaupun masih berbau barat ataupun feodal. Pasca kemerdekaan, Indonesai berjuang untuk mencari rancangan pendidikan yang paling pas bagi keadaan Indonesia yang baru merdeka.
C.        Perkembangan Pendidikan di Indonesia
            Perkembangan pendidikan di Indonesia melalui beberapa tahap yang cukup panjang. Mulai dari munculnya pendidikan hingga perkembangan terakhir pendidikan masa kini. Berikut perkembangan-perkembangan pendidikan dari masa ke masa.

1.     Pendidikan Masa Hindu-Budha
Pada abad-abad terakhir menjelang jatuhnya kerajaan Hindu di Indonesia, sistem pendidikan tidak lagi dijalankan oleh para ulama guru kepada siswa dalam jumlah terbatas dalam padepokan. Kepada mereka diajarkan ilmu pengetahuan yang bersifat umum dan religius. Dengan demikian dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi dipegang oleh kaum ulama atau brahamana. Namun demikian pendidikan dan pengjaaran tidak dilaksanakan secara formal, sehingga tiap siswa dimungkinkan untuk berpindah dari guru yang satu ke guru yang lain dalam meningkatkan atau memperdalam pengetahuannya.
Para bangsawan, ksatria serta pejabat kerajaan lainnya biasa mengirimkan putera/puterinya kepada ulama/guru untuk dididik atau ulama/guru diminta datang ke istana untuk mengajar putera/puteri mereka.[3] Pendidikan yang diutamakan adalah pendidikan keagamaan, pemerintahan, strategi perang serta ilmu kekebalan dan kemahiran menunggang kuda dan memainkan senjata tajam.

2.     Pendidikan Masa Kerajaan-Kerajaan Islam
Sistem pendidikan dan pengajaran pada masa tersebut berpola pada pendidikan Langgar, Pesantren dan Madrasah. Masing masing sistem memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Meskipun masih memiliki akar yang sama yakni materi agama namun cara penyampaiannya memiliki perbedaan.
a.     Sistem pendidikan Langgar
Langgar merupakan tempat peribadatan yang terdapat di setiap desa di Indonesia yang dikelola oleh seorang petgas yang disebut Amil, Modin, atau Lebai. Pelajaran yang diberikan dimulai dari mempelajari abjad huruf Arab samapi mebaca Al Qur’an. Pelajaran diberikan secara indivual, meskipun beberapa murid tersebut sama-sama bersila menghadap Sang Guru. Pelajaran diberikan antara 1 samapi 2 jam sehari pada pagi atau petang hari. Uang sekolah tidak dipungut, tetapi hanya tergantung pada  kerelaan orang tua mereka masing-masing yang diserahkan berupa uang atau barang,bahkan bagi mereka yang tidak mampu/miskin tidak perlu membayar. Hubungan antara murid dengan guru pada umumnya berlangsung terus, walaupun mereka telah meninggalkan langgar tersebut.
b.     Sistem pendidikan Pesantren
Setelah mendapat pelajaran elementer keagamaan di Langgar-langgar, perjalanan dilanjutkan sebagai murid/santri pada pondok. Pelajaran dilakukan secara individual dalam bilik-bilik  yang terpisah dengan pengawasan guru-guru mereka. Sebagai pelajaran utama adalah tentang dogma keagamaan (usuluddin) yaitu dasar kepercayaan dan keyakinan Islam, kemudian Fiqi, yaitu kewajiban yang harus dilakukan bagi pemeluk agama Islam yaitu meliputi Syahadat, Sholat, Zakat, Berpuasa dan Pergi Haji.[4]
c.      Sistem Pendidikan Madrasah
Kalau diluar Langgar dan Pesantren hanya diajarkan masalah-masalah keagamaan, maka di Madrasah telah mulai ditambahkan pelajaran tentang ilmu-ilmu keduniawian seperti astronomi (ilmu perbintangan) dan ilmu obat-obatan. Tingkat pendidikan madrasah adalah setingkat dengan pendidikan dasar, menengah pertama dan menengah atas yang dikenal sebagai Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Hubungan antara guru dengan murid bersifat kekal, sedangkan sistem imbalan antara prestasi dengsan imbalannya adalah bersifat manasuka serta disesuaikan dengan kemampuan orang tua murid masing-masing.[5]
Sistem pendidikan madrasah lebih modern dibanding sitem pendidikan islam yang lain. Karena ilmu yang diajarkan tidak hanya melulu ilmu agama tapi juga ilmu keduniaan. Misalnya ilmu dagang juga mulai diajarkan di madrasah, meskipun porsinya tidak sebnyak ilmu agama. Sistem madrasah hingga kini masih banyak digunakan. Nahkan negara sudah memasukkan madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan yang diselenggarakan negara melalui Depertemen Agama.

3.     Pengaruh Orang-Orang Portugis
Kedatangan orang-orang Portugis apda awal abad ke-16 di Indonesia Bagian Timur diikuti olah para missionaris Roma Katholik. Akibatnya penduduk di setiap daerah atau pulau yang didatanginya dijadikannya pemeluk agama Roma Katholik, selanjutnya diberikanya pendidikan berdasar kebijakan dan agama tersebut.
Pendidikan yang diusung Prtugis ini lebih bersifat kepada penyebaran agama katolik. Banyak misionaris yang dibawa oleh kapal dagang portugis dengan misi menyebarkan agama nasrani ke Indonesia. Misionaris ini selain menyebarkan agama nasrani juga sedikit banyak memberikan pendidikan mengenai kesehatan dan keilmuan.
Kemajuan pendidikan di daerah Maluku kurang berarti, karena selain kurang baiknya hubungan orang-orang Portugis dengan Sultan Ternate, mereka lebih mementingkan perdagangan rempah-rempah yang kemudian harus beraing dengan orang-orang Spanyol dan Inggris. Akhirnya kedatangan Belanda dengan agama Kristennya daoat menghalau Portugis sampai Timor Timur, kemudian mengambil alih segala harta sbenda termasuk milik gereja Katholik beserta lembaga pendidikannya, walalupun sebagian penduduk masih juga ada yang setia kepada agama Katholik hingga sekarang.[6]
4.     Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
        Zaman VOC  
Kebijakan pendidikan VOC adalah melanjutkan kebijakan yang dimulai oleh orang-orang portugis, tetapi terutama berdasarkan agama kristen protestan. Meski pada abad 17 dan 18 di eropa pengaruh gereja sangat dominan terhadap pendidikan tetapi di Indonesia justru voc yang lebih memegang peranan. Maka dapat kita simpulkan bahwa pada masa voc ini pendidikan yang diadakan amatlah bermotif komersial semata.
Berbeda dengan Maluku dan ntt, dipulau besar lain seperti jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi voc tidak langsung mengadakan kontak dengan rakyat tetapi mereka mengadakan kontak melalui raja atau sultan penguasa daerah kecuali daerah pantai/pelabuhan. Dengan demikian diwilayah tersebut tidak terdapat sistem pendidikan voc kecuali didaerah pelabuhan. Pada 1617 didirikan sekolah pertama di Batavia yang bersifat pendidikan dasar yang bertujuan memberikan pendidikan budi pekerti serta bercorak agama.
        Zaman pemerintahan Hindia Belanda
Setelah voc mengalami kemunduran, pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah hindia belanda. Pada masa ini pula telah terjadi perubahan pandangan tentang prinsip pendidikan baik di eropa maupun di hindia belanda sendiri. Akibat perbedaan prinsip pendidikan inilah akhirnya mulai muncul sikap dan sifat ketergantungan menjadi pencari kerja dan bukan sebagai pencipta lapangan kerja. Pendidikan digunakan untuk mencari tenaga administrasi yang nantinya akan dipekerjakan di instansi pemerintah hindia Belanda.
Kesempatan mendapatkan pendidikan lebih diutamakan kepada anak-anak bangswan bumi putera serta tokoh terkemuka serta pegawai colonial yang diharapkan nantinya akan menjadi kader pemimpin yang berjiwa kebarat-baratan tentu juga akan terpisah dari masyarakatnya sendiri. Sebagai ilustrasi dapat digambarkan bahwa tujuan pendidikan pada masa hindia belanda adalah membentuk kelas elite pada masa sebelum tahun 1900 dan menyiapkan tenaga kerja terdidik sebagai buruh kasar/ rendahan setelah tahun 1900.
        Zaman pendudukan Jepang
Pasca keluarnya pemerintah hindia belanda dari Indonesia, kekuatan fasisme jepang masuk dan berkuasa di Indonesia. Akibatnya berbagai kebijakan baru pun dikeluarkan oleh pemerintah jepang termasuk kebijakan menganai pendidikan. Secara umum dapat digambarkan bahwa tujuan pendidikan pada masa jepang adalah menyediakan tenaga kerja Cuma-Cuma yang disebut romusha dan prajurit-prajurit untuk membantu peperangan demi keuntungan pihak jepang.karena itulah para pelajar diharuskan mengikuti latihan fisik, latihan kemiliteran dan indoktrinasi ketat.
Pada masa ini terjadi banyak perubahan dalam system persekolahan karena telah dihapuskannya system penggolongan baik menurut bangsa maupun status sosial. Secara umum system persekolahan pada masa jepang dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Jenjang sekolah dasar menggunakan istilah sekolah rakyat atau kokumin gakko. Terbuka bagi semua golongan dan lama pendidikan 6 tahun
b. Jenjang sekolah diatasnya yaitu sekolah lanjutan pertama disebut shoto chu gakko. Lama pendidikan 3 tahun
c. Jenjang sekolah diatas sekolah lanjutan pertama ialah
o   Sekolah menengah tinggi atau koto chu gakko
o   Sekolah teknik menengah atau kogyo sommon gakko
o   Sekolah pelayaran tinggi
d. Hampir semua perguruan tinggi ditutup kecuali sekolah tinggi kedokteran atau ika dai gakko di Jakarta, sekolah teknik tinggi atau kogyo dai gakko di bandung, sekolah tinggi pangrehpraja atau kenkoko gakuin di Jakarta dan sekolah tinggi kedokteran hewan di bogor.
e. Khusus tentang pendidikan guru terdapat 3 jenis sekolah yakni
o   Sekolah guru 2 tahun sesudah sr yang disebut shoto sihan gakko
o   Sekolah guru 4 tahun sesudah sr disebut guto sihan gakko
o   Sekolah guru 6 tahun sesudah sr disebut koto sihan gakko.
•           Zaman kemerdekaan Indonesia
            Dalam pembukaan UUD 1945 terdapat pasal yang menjadi dasar bagi pendidikan di Indonesia. Yakni mencerdaskan kehidupan bangsa yang langkah nyatanya dengan menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam Instruksi Menteri Pengajaran Republik Indonesia tanggal 29 September 1945 dicantumkan bahwa pendidikan harus didasarkan atas asas Kebangsaan Indonesia dalam arti luas.[7]
            Pemerintah mulai membangun berbagai sekolah dari berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat dasar dan menengah hingga perguruan tinggi. Beberapa sekolah Belanda yang masih berdiri banyak yang diambil alih dan dinasionalisasikan. Contohnya adalah ITB yang dulunya merupakan Stovia. Pemerintah juga membangun perguruan tinggi di Jogjakarta. UGM adalah Universitas Negeri pertama yang dibangun oleh pemerintah setelah era kemerdekaan.
            Selain perguruan tinggi pemerintah juga menyelenggarakan sekolah pendidikan guru. Sekolah ini khusus untuk mencetak guru-guru yang unggul. Dengan adanya SPG ini maka permasalahan minimnya jumlah guru bisa teratasi dengan baik.
            Kemerdekaan juga memiliki arti merdeka dalam hal memperoleh pendidikan. Tidak ada lagi diskriminasi mengenai siapa yang boleh dan tidak boleh bersekolah. Setiap sekolah boleh dimasuki siapapun asal memenuhi syarat.
            Jenjang pendidikan kemudian dibakukan. Mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah lanjutan tingkat atas dan perguruan tinggi. Selain itu terdapat pula sekolah menengah kejuruan dengan spesialisasi tertentu. Misalkan speseialisasi dalam bidang mesin, akuntansi, pertanian, kesenian dan masih banyak contoh lain.
            Selain dibangunnya sekolah sekolah, pemerintah juga menyelenggarakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu diantaranya adalah mencanangkan program bebas buta huruf di daerah-daerah terpencil. Dengan pemberantasan buta huruf, diharapkan masyarakat bisa lebih baik kehidupannya
            Selain itu masih banyak lagi program seperti GNOTA, gerakan nasional orang tua asuh untuk menanggulangi permasalahan banyaknya angka putus sekolah karena kekurangan biaya. Dengan adanya orang tua asuh, diharapkan angka putus sekolah bisa dikurangi dengan baik. Pada masa orde baru, pendidikan dijadikan saluran dalam memberikan doktrin kepada generasi penerus. Diantaranya adalah dengan adanya penataran p4 yang merupakan agenda politik dari orde baru.


[1] http://id.shvoong.com/humanities/history/2249937-jenis-jenis-sejarah/. Diakses pada tanggal 25 Februari 2012 pukul 20:23 WIB
[2] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Nasional. Hlm. 2
[3] Ary H. Gunawan. 1986. “Kebijakan-Kebijakan Pendidikan di Indonesia”. Jakarta: Bina Aksara. Hlm. 4
[4] Ary H. Gunawan. 1986. “Kebijakan-Kebijakan Pendidikan di Indonesia”. Jakarta: Bina Aksara. Hlm. 6.
[5] Ary H. Gunawan. 1986. “Kebijakan-Kebijakan Pendidikan di Indonesia”. Jakarta: Bina Aksara. Hlm. 7
[6] Ibid hlm 8
[7] Departemen Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional hlm 80
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s