Loving Fucking Smansa 2

               Yang paling jauh dari kita adalah masa lalu. Sebegitu jauh sampai tak ada yang bisa mendekatkan kita dengan masa lalu selain dua hal, penyesalan dan kenangan. Yang aku punya untukmu tentu saja kenangan. Aku tak pernah punya sedikitpun penyesalan dalam hati untukmu. Tiga tahun menjadi muridmu adalah tiga tahun yang paling membahagiakan dalam sejarah pendidikan formal ku. Malah aku masih ingat dengan jelas hari hari menyenangkan mengenakan osis dan seregam batikmu. Aku masih ingat betul bagaimana caranya memanjat pagar belakangmu. Aku ingat.
               Bersekolah di smansa adalah tentang bagaimana kamu menjalani fase yang indah di sekolah ini. Smansa adalah tempat bagi kita bermetamorfosis. Merubah kita dari anak ingusan menjadi pemuda pemudi harapan bangsa. Jika metamprfosis adalah sebuah proses, maka kita memerlukan alat agar proses ini bisa berjalan dengan baik. Itulah aku sebut gunanya guru dan kurikulum yang baik, untuk mendukung metamorfosis. Dan metamorfosis untuk mencapai hasil yang terbaik harus ditunjang oleh lingkungan yang baik pula.
               Guru yang paling baik tentu saja pengalaman. Jika kamu pernah mengalami skorsing karena kedapatan berkelahi dengan geng sebelah harusnya itu menjadi pelajaran bagimu di masa depan. Setidaknya di lain hari kamu bisa berkelahi dengan geng sebelah tanpa sepengetahuan guru. Pengalaman memberimu masalah sekaligus solusi serta rencana rencana cadangan jika satu solusi tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Sedang kurikulum yang baik adalah kurikulum yang bisa kamu manfaatkan sebaik baiknya untuk kebaikanmu sendiri dan kebaikan bersama.
               Untuk memanfaatkan kurikulum kamu harus bisa membuat proposal sekaligus laporan pertanggung jawabannya. Jika kamu ingin menggelar pertunjukan musik di sekolah, buatlah proposal sebaik baiknya. Kalaupun wakasek segala urusan ngeyel menolak proposalmu, teruslah pertahankan argumentasimu. Paksalah beliau beliau setuju menandatangani proposalmu beserta rancangan anggarannya. Birokrasi selalu memiliki dua jalan. Seandainya jalan dari depan tidak bisa ditembus, masukilah jalur belakang. Itulah gunanya kamu mempelajari sosiologi, interaksi sosial dengan guru, kedekatan dan meraih kepercayaan dari mereka.
               Tapi ingat, proposal dan lpj tidak hanya dibuat untuk menyelenggarakan pentas musik. Untuk masa depanmu kamu juga harus membuat proposal yang matang. Untuk masa tuamu kamu juga harus membuat proposal yang menyeluruh. Ajukanlah proposalmu pada dunia, dan jika dunia ngeyel menolak proposalmu, pertahankan proposalmu dengan argumentasi atau apapun yang kamu punya. Paksalah dunia menyetujui dan menandatangani proposal untuk hidupmu. Jika sudah terlaksana itu berarti seperuh kebahagiaan sudah kamu genggam.
               Seperuhnya lagi tergantung pada laporan pertanggung jawaban yang sedang kamu buat. Sejak mengunjak akil baligh sebenarnya kamu sudah merancang lpj. Kau hanya belum menyadarinya.karena lpj menentukan separuh kebahagiaan lagi di akhirat, maka buatlah lpj dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Untuk masalah ini tidak ada yang bisa dijelaskan panjang lebar.
               3 tahun harusnya cukup bagi kita untuk menetas menjadi kupu kupu. Kemudian terbang ke pucuk bunga universitas untuk menghisap sari sari pengetahuan yang disediakan begitu banyak oleh Dia. Aku sudah menetas menjadi kupu kupu yang sempurna, seperti halnya juga ratusan teman seangkatanku. Meskipun aku lebih banyak menghisap rokok daripada sari sari pengetahuan tapi aku telah menuntaskan metamorfosis ku dengan predikat memuaskan.
               Predikat memuaskan bsa kamu raih jika selepas kamu dari smansa kamu sudah mantap menemukan dan menapaki jalan hidup yang kamu pilih sendiri. Tidak oleh orang tua ataupun ajakan teman sebangkumu. Selepas dari sana kau harus punya idealisme. Idealisme inilah yang nantinya menentukan apa apa yang baik untukmu dan apa apa yang buruk untukmu. Sehingga kamu bisa memutuskan seseuatu dengan yakin. Jadi, apakah kamu merasa lulus dengan predikat memuaskan?

(tulisan ini sebenarnya berumur dua tahun, dibuat saat baru masuk kuliah, tapi sebenarnya tulisan ini diselesaikan baru bulan lalu, hampir dua tahun dari pertama kali tulisan ini pertama kalai di buat)
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s