In Solitude

(ini juga tulisan gak jelas, sudah 3 tahun lebig teronggok di folder save2an tulisan, tapi kok ya belum paham maksudnya apa yah.. hahaha).    

      .Belum pernah terjadi apa-apa diantara kita, tidak dulu ataupun sekarang. Yang terjadi adalah bahwa aku terlalu takut untuk sekedar bertegur sapa ataupun untuk menatap matamu. Aku akui kalau aku sangat mengharapkanmu, mengharapkanmu di setiap waktu yang aku lalui sendiri tanpa teman. Entah kenapa kurasakan kamu semakin menjauh, padahal kita sama-sama tahu kita tidak bisa dibilang pernah dekat. Aku bingung kenapa semuanya bisa jadi tak terkendali seperti ini.
          Aku masih ingat saat pertama kali kita berdua bertemu, saat itu kamu datang padaku dan menanyakan namaku, aku bingung apakah harus menjawab atau tidak dan setelah kamu tahu namaku nampak ada seraut kelegaan dan kudengar kamu berkata  “kamu nanti sekelompok tugas BK denganku, kenalkan namaku Ratih.”.
          Yang aku ingat itu terakhir kali kamu bicara padaku dan memang hanya itulah pembicaraan yang pernah terjadi diantara kita, tapi untuk kamu ketahui semenjak saat itu aku merancang ratusan skema pembicaraan yang mungkin akan membuat aku mengenalmu semakin dekat
          Tapi yang terjadi adalah aku tak pernah menyapamu aku tak pernah menanyakan kabarmu atau, sekedar memanggil namamu bahkan aku tak pernah. Kamu semakin jauh tentu saja itu yang terjadi. Tak tahu kenapa keberanian yang kumiliki seperti saat aku berkelahi ataupun keberanian saat ngebut di jalanan atau saat membolos, melawan perintah orang tua pokoknya keberanian semacam itu hilang saat aku melihat kamu dari kejauhan
          Pikirku jika baru melihat dari jauh saja keberanianku hilang semua maka apa yang terjadi jika ternyata tak sengaja kita dekat. Bahkan aku tak sanggup untuk membayangkan apa yang mungkin terjadi. Tapi tetap dalam hati aku ingin merasakan seperti saat kamu menanyakan namaku dan menanyakan sudah selesaikah tugas kita dahulu.
          Mungkin hal di atas adalah hal yang sangat sepele, namun maaf hanya hal sepele itu yang membuatku terus teringat akan dirimu. Teringat akan wajahmu bagaimana kamu melangkah atau cara kamu mengedipkan matamu. Aku mengagumi semua yang ada di dalam dirimu baik fisik dan hatimu
          Kamu pasti tahu tiap kali aku berjalan melewati lorong depan kelasmu selalu aku menoleh kedalam dan mencari cari wajah seseorang yang aku sukai. Hanya dengan melihat wajahmu sebentar saja rasanya kesendirianku lenyap begitu saja, kamu tahu kenapa?, seperti panas setahun yang dihapus oleh hujan sehari. Seperti itulah kamu menghujani hatiku walaupun sejenak namun sanggup membasuh tiap bagian jiwa yang kering.
          Selembar fotomu aku simpan rapi dalam dompetku, tapi jangan marah dulu, foto itu aku dapat dari temanmu, maaf kalau aku tidak izin dahulu padamu. Karena aku tahu kalau aku harus minta izin dulu padamu kamu pasti melarangnya. Tiap kali aku kangen sama kamu, aku pandangi foto itu lama. Kadang aku berpikir belum pernah aku bertingkah aneh seperti ini.
          Satu hal yang sangat disayangkan saat kamu tidak ikut wisata ke Bali, padahal aku ikut ke Bali dengan harapan bisa jalan-jalan denganmu di sana. Pasti romantis kalau aku bisa menyandingmu berjalan di pasir yang putih atau di sela-sela pura dan candi. Aku mencoba bepikir positif walaupun kamu tidak ikut wisata ke Bali, aku masih bisa membelikanmu oleh-oleh. Hal yang cukup sulit mengingat aku tak tahu mau membelikan kamu oleh-oleh apa?.
          Setelah kesana kemari aku tanya-tanya ke temen-temen kira-kira apa hadiah yang pas untuk kamu akhirnya semuanya sepakat menyarankan membeli pakaian. Memilih pakaian untukmu ternyata jauh lebh sulit dari dugaanku, secara aku nggak tahu ukuran tubuhmu itu S/M/L atau XL jadi aku kira kira saja memilih ukuranya. Aku mencari anak yang ukurannya pas denganmu, tapi makin bingung lagi aku tak tahu warna kesukaanmu. Akhirnya aku pasrah memilih baju yang kini aku yakin pasti ada di pojok lemarimu yang terkunci, atau bahkan sudah kamu jadikan kain lap?
          Jangan lihat apa yang aku berikan pada kamu, tapi lihat niat di balik itu juga jangan kamu merasa risih ataupun tidak enak hati. Aku sering dengar temen-temenmu kadang menyorakimu kalau aku sengaja lewat di depanmu. Mungkin kira kira dalam hati kamu akan berkata seperti ini “Andai saja aku tak punya hati tentu sudah kupatahkan hatinya berkeping-keping dengan meludahimu“. Atau mungkin kamu tak peduli cuek mual, mules bahkan mau muntah melihat aku. Whatever U’re the one
          Aku tahu tekanan batin yang sedang kamu alami, disukai pria, sayangnya anaknya begundal, urakan, jelek lagi,mending kalau duitnya banyak. tapi sayang aku cuma anak seorang pegawai rendahan. Mungkin tiap malam kamu haras meratap “kenapa harus aku yang disukai sama dia”. Tapi kamu pikir aku nggak kena tekanan batin juga. Aku merasakan tekanan 3 kali lebih berat dari kamu. Tapi aku pikir itulah resiko kalau memendam perasaan pada perempuan secantik kamu.         
          Waktu itu hari jumat kita berpapasan di jalan wilis. Kamu mau pulang kerumah. Saat itulah timbul pikiran jahatku untuk mengikuti kamu. Aku mengajak teman untuk menemaniku membuntuti kamu. Perlahan aku mengikuti kamu dari belakang, kamu belok aku ikut belok, kamu berhenti aku juga ikut berhenti, kamu jalan aku ikut jalan.  Sampai akhirnya tiba di jalan Flores no 5 kamu berhenti dan sekilas kamu menoleh ke belakang. Kamu jangan berpikiran buruk dahulu terhadapku, aku Cuma mau memastikan kamu pulang selamat sampai di rumah, itu saja.
          Sebenarnya aku khawatir kalau memikirkan kamu berangkat sekolah sendirian melewati jalan yang besar dan penuh kendaraan besar. Kalau kamu mau aku bisa menjemputmu tiap hari mengantar kamu kesekolah. Tapi setelah kupikir-pikir lagi aku sampai di sekolah saja selalu terlambat apalagi kalau menjemput kamu bisa-bisa kita sampai di sekolah masuk saat jam istirahat.
           Tapi lama kelamaan setelah tahu bahwa kamu itu ternyata tidak terlalu feminine hahkan banyak yang bilang kalau kamu itu tomboy aku tak khawatir lagi. Tapi bukan berarti perhatianku padamu berkurang, malah perhatianku bertambah. Aku penasaran setomboy apa kamu. Dan walaupun ada orang berkata kamu tomboy aku yakin sisi feminitasmu pasti sangat menarik.
          Setahun dua tahun telah berlalu dan tetap tak terjadi apa-apa diantara kita. Aku takut saat tiga tahun dan tetap tak terjadi apa apa mungkin selamanya tak akan pernah terjadi apa-apa diantara kita. Diantara kita memang tak terjadi apa apa, tak ada rindu tak ada sayang tak ada cinta. Yang ada hanya aku disini memimpikan untuk mendapat rasa cintamu.
          Jangan kau biarkan aku menjadi buah yang menunggu mati. Tumbuh sedikit demi sedikit dan  barawal dari pahit yang terasa akhirnya hanya kamu biarkan jatuh dari tangkainya terbawa arus dan bemuara di laut sunyi, Patah hati…
{ To be continued }
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s