Iman Seorang Seniman

..(rada bingung juga pas baca tulisan ini, lupa dalam rangka apa tulisan ini dibuat, yang jelas tulisan ini dibuat di jogja. pokoknya semua tulisan yang berbau seni pasti ditulis di jogja)

               Didalam darah seorang seniman harusnya ada iman. Karena seniman selalu dieja dengan iman di akhiran kata. Seperti seni yang pasti terkandung dalam darah seniman, iman harusnya turut menyertainya. Senimsn ysng berimsn.
               Iman belum tidur jam segini, jam satu kurang seperempat malam. Jam segini dia masih mencari ide untuk lukisannya. Kemarin seorang turis asal belanda memintanya melukis. Melukis satu saja wajah yang mencerminkan wajah indonesia. Turis itu, mister von Koenigswald ingin melihat wajah asli indonesia. Sesulit mencari jarum di tumpukan jerami kata iman. Karena memilih satu dari dua ratusan juta wajah di indonesia untuk objeknya bukan perkara kecil. Apalagi di jaman seperti ini, di jaman di mana wajah wajah indonesia mulai dianggap kampungan oleh orang Indonesia sendiri.
               Wajah wajah seperti cut, noor, tubagus, raden, andi, bagus ataupun maniani semuanya kampungan. Kata orang orang seperti iman.
               Iman tinggal di kalidersik, bekas kalicode yang sekarang digusur pemerintah distrik. Jogjakarta yang istimewanya tercabut karena Raja tak mau tunduk pada jakarta. Semua nama harus diganti. Untuk mengingatkan rakyat bahwa mereka harus melupakan jogjakarta dari ingatan mereka. Sekarang bernama lejerk. Seperti nama nama kota di eropa sana.
               Iman masih mencari ide yang kemarin baru didapatnya sepertiga bagian. Dia mulis melukis wajah indonesia. Sawo matang dengan hidung yang pesek dan alis tebal. Rambut klimis hasil olesan orang aring. Bergigi renggang kuning kehitaman. Ada tahi lalat bundar di bagian dagu sebelah kiri . Tapi Iman belum tau wajah ini laki laki atau perempuan. Karena pikir Iman sekarang beda laki laki dan perempuan hanya pada menstruasi dan melahirkan. Dia perlu sepertiga ide lagi tentang wajah nusantara.
               Kali ini Iman berjalan di jalan. Menyebrang jalan di penyebrangan jalan. Semoga ada setidaknya setengah dari sepertiga ide yang dicarinya. Waktunya tinggal seminggu lagi sebelum mister vonKoe datang ke bedengnya. Menagih wajah nusantara.
               Iman sempat berpikir untuk melukis saja peta indonesia raya. Tapi langsung urung niat saat ingat peta indonesia raya bukan wajah.
               Sempat juga berpikir untuk melukis seperti affandi. Abstrak mengingat wajah nusantara yang bhineka tunggal ika. Kali ini juga urung niat, sebab pelukis realis seperti Iman tentu najis melukis lukis lukis abstrak. Bagi iman lukis lukis abstrak hanyalah lukisan yang derjatnya sama dengan lukisan anak tk. Entah seberapa besar orang mengapresiasi intrinsik yang ada di dalamnya, bagi iman abstrak tetap najis.
               Terbatasnya kosawajah iman membuat ia semakin frustasi.
               Iman lalu melihat cermin. Menatap lekat pada wajahnya yang ada di balik cermin. Lalu mulai melukis di atas cermin. Iman hanya enggunakan kuas pembersih untuk melukis. Diperhatikannya tiap lekuk dan detail. Setengah jam, sehari lalu dua minggu kemudian mister vonKoe datang. Dicari Iman di rumahnya. Diketuk pintu dan diusap usap kaca jendela.
               Sang mister lalu membawa [ulang pesanannya setelah menyerahkan beberpa lembar uang gulden pada Iman. Ia puas, terlihat dai senyumnya yang tak berhenti merekah
               Wajah nusantara adalah wajah/
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s