Kebijakan Tawuran

     Dalam sepekan terakhir berita mengenai tawuran yang melibatkan wartawan dan murid murid sebuah sekolah menengah di Jakarta terus mendapat perhatian. Perilaku siswa sma di Jakarta yang anarkis dan kerap tawuran mulai mendapat sorotan publik. Tidak hanya menyoroti perilaku dari siswa, kita juga harus ikut menyoroti kebijakan kebijakan yang diambil pemerintah dalam hal pendidikan yang mungkin berakibat pada kondisi siswa pada umumnya.
     Salah satu contoh kebijakan yang cukup kontroversial adalah penggunaan ujian akhir nasional sebagai satu satunya patokan dalam menentukan kelulusan peserta didik. Penggunaan ujian nasional sebagai satu satunya patokan kelulusan mengindikasikan bahwa pendidikan di Indonesia hanya mementingkan aspek kognitif saja. Sedang aspek afektif yang seharusnya lebih diperhatikan justru dikesampingkan.
     Penggunaan ujian nasional sebagai patokan bisa membuat siswa tertekan. Karena bigitu banyak pihak yang menuntut dari mereka. Baik orang tua, lingkungan keluarga bahkan lingkungan sekolah tentu mengharapkan yang terbaik. Namun jika kelulusan hanya didasarkan kepada hasil nilai ujian nasional tentu bisa membuat siswa tertekan. Karena belum tentu mata palajaran yang diujikan dalam ujian nasional adalah mata pelajaran yang tidak disukai siswa. Akan lebih adil jika penentuan kelulusan tidak hanya bersumber dari ujian nasional tapi juga bersumber dari sekolah itu sendiri.
     Akibatnya bisa dilihat dari kondisi siswa siswa saat ini. Orientasi belajar siswa hanya untuk mendapatkan nilai yang baik saja. Sedangkan aspek afektif dilupakan begitu saja. Itulah mengapa dari waktu ke waktu tawuran antar pelajar selalu terjadi. Karena aspek afektif siswa tidak tersentuh pendidikan kita. Siswa siswa menjadi agresif, tidak bisa berperilaku sopan satun.
    Hal tersebut diperparah oleh kurangnya perhatian pendidik terhadap kondisi kejiwaan siswanya. Besar kemungkinan tekanan yang begitu keras didapat siswa dari sekolah membuat siswa lebih temperamental, emosional dan akhirnya hobi yawuran. Lagipula tindakan yang dilakukan sekolah terhadap tawuran yang marak terjadi hanyalah tindakan preventif, tidak menyentuh tindakan persuasive.
     Seharusnya pemerintah membuat kebijakan pendidikan yang baik bagi semua unsur dalam pendidikan. Baik bagi instansi pendidikan terkait, bagi guru dan tenaga pengajar lainnya dan yang terpenting bagi siswa siswa sebagai generasi muda penerus bangsa. Sebagai calon pengganti kita di masa depan, sudah seharusnya kita mempersiapkan mereka sebaik mungkin. Tidak hanya dalam unsure kognitif saja tapi juga dalam hal keterampilan serta kepribadian yang baik.
     Dengan seimbangnya aspek kognitif, psikomotor dan afektif sudah pasti akan menjadikan pendidikan kita lebih bermutu. Siswa siswa kita tidak hanya pintar teori tapi juga pintar dalam hal praktek serta mulia dalam hal akhlaknya.

In Solitude

(ini juga tulisan gak jelas, sudah 3 tahun lebig teronggok di folder save2an tulisan, tapi kok ya belum paham maksudnya apa yah.. hahaha).    

      .Belum pernah terjadi apa-apa diantara kita, tidak dulu ataupun sekarang. Yang terjadi adalah bahwa aku terlalu takut untuk sekedar bertegur sapa ataupun untuk menatap matamu. Aku akui kalau aku sangat mengharapkanmu, mengharapkanmu di setiap waktu yang aku lalui sendiri tanpa teman. Entah kenapa kurasakan kamu semakin menjauh, padahal kita sama-sama tahu kita tidak bisa dibilang pernah dekat. Aku bingung kenapa semuanya bisa jadi tak terkendali seperti ini.
          Aku masih ingat saat pertama kali kita berdua bertemu, saat itu kamu datang padaku dan menanyakan namaku, aku bingung apakah harus menjawab atau tidak dan setelah kamu tahu namaku nampak ada seraut kelegaan dan kudengar kamu berkata  “kamu nanti sekelompok tugas BK denganku, kenalkan namaku Ratih.”.
          Yang aku ingat itu terakhir kali kamu bicara padaku dan memang hanya itulah pembicaraan yang pernah terjadi diantara kita, tapi untuk kamu ketahui semenjak saat itu aku merancang ratusan skema pembicaraan yang mungkin akan membuat aku mengenalmu semakin dekat
          Tapi yang terjadi adalah aku tak pernah menyapamu aku tak pernah menanyakan kabarmu atau, sekedar memanggil namamu bahkan aku tak pernah. Kamu semakin jauh tentu saja itu yang terjadi. Tak tahu kenapa keberanian yang kumiliki seperti saat aku berkelahi ataupun keberanian saat ngebut di jalanan atau saat membolos, melawan perintah orang tua pokoknya keberanian semacam itu hilang saat aku melihat kamu dari kejauhan
          Pikirku jika baru melihat dari jauh saja keberanianku hilang semua maka apa yang terjadi jika ternyata tak sengaja kita dekat. Bahkan aku tak sanggup untuk membayangkan apa yang mungkin terjadi. Tapi tetap dalam hati aku ingin merasakan seperti saat kamu menanyakan namaku dan menanyakan sudah selesaikah tugas kita dahulu.
          Mungkin hal di atas adalah hal yang sangat sepele, namun maaf hanya hal sepele itu yang membuatku terus teringat akan dirimu. Teringat akan wajahmu bagaimana kamu melangkah atau cara kamu mengedipkan matamu. Aku mengagumi semua yang ada di dalam dirimu baik fisik dan hatimu
          Kamu pasti tahu tiap kali aku berjalan melewati lorong depan kelasmu selalu aku menoleh kedalam dan mencari cari wajah seseorang yang aku sukai. Hanya dengan melihat wajahmu sebentar saja rasanya kesendirianku lenyap begitu saja, kamu tahu kenapa?, seperti panas setahun yang dihapus oleh hujan sehari. Seperti itulah kamu menghujani hatiku walaupun sejenak namun sanggup membasuh tiap bagian jiwa yang kering.
          Selembar fotomu aku simpan rapi dalam dompetku, tapi jangan marah dulu, foto itu aku dapat dari temanmu, maaf kalau aku tidak izin dahulu padamu. Karena aku tahu kalau aku harus minta izin dulu padamu kamu pasti melarangnya. Tiap kali aku kangen sama kamu, aku pandangi foto itu lama. Kadang aku berpikir belum pernah aku bertingkah aneh seperti ini.
          Satu hal yang sangat disayangkan saat kamu tidak ikut wisata ke Bali, padahal aku ikut ke Bali dengan harapan bisa jalan-jalan denganmu di sana. Pasti romantis kalau aku bisa menyandingmu berjalan di pasir yang putih atau di sela-sela pura dan candi. Aku mencoba bepikir positif walaupun kamu tidak ikut wisata ke Bali, aku masih bisa membelikanmu oleh-oleh. Hal yang cukup sulit mengingat aku tak tahu mau membelikan kamu oleh-oleh apa?.
          Setelah kesana kemari aku tanya-tanya ke temen-temen kira-kira apa hadiah yang pas untuk kamu akhirnya semuanya sepakat menyarankan membeli pakaian. Memilih pakaian untukmu ternyata jauh lebh sulit dari dugaanku, secara aku nggak tahu ukuran tubuhmu itu S/M/L atau XL jadi aku kira kira saja memilih ukuranya. Aku mencari anak yang ukurannya pas denganmu, tapi makin bingung lagi aku tak tahu warna kesukaanmu. Akhirnya aku pasrah memilih baju yang kini aku yakin pasti ada di pojok lemarimu yang terkunci, atau bahkan sudah kamu jadikan kain lap?
          Jangan lihat apa yang aku berikan pada kamu, tapi lihat niat di balik itu juga jangan kamu merasa risih ataupun tidak enak hati. Aku sering dengar temen-temenmu kadang menyorakimu kalau aku sengaja lewat di depanmu. Mungkin kira kira dalam hati kamu akan berkata seperti ini “Andai saja aku tak punya hati tentu sudah kupatahkan hatinya berkeping-keping dengan meludahimu“. Atau mungkin kamu tak peduli cuek mual, mules bahkan mau muntah melihat aku. Whatever U’re the one
          Aku tahu tekanan batin yang sedang kamu alami, disukai pria, sayangnya anaknya begundal, urakan, jelek lagi,mending kalau duitnya banyak. tapi sayang aku cuma anak seorang pegawai rendahan. Mungkin tiap malam kamu haras meratap “kenapa harus aku yang disukai sama dia”. Tapi kamu pikir aku nggak kena tekanan batin juga. Aku merasakan tekanan 3 kali lebih berat dari kamu. Tapi aku pikir itulah resiko kalau memendam perasaan pada perempuan secantik kamu.         
          Waktu itu hari jumat kita berpapasan di jalan wilis. Kamu mau pulang kerumah. Saat itulah timbul pikiran jahatku untuk mengikuti kamu. Aku mengajak teman untuk menemaniku membuntuti kamu. Perlahan aku mengikuti kamu dari belakang, kamu belok aku ikut belok, kamu berhenti aku juga ikut berhenti, kamu jalan aku ikut jalan.  Sampai akhirnya tiba di jalan Flores no 5 kamu berhenti dan sekilas kamu menoleh ke belakang. Kamu jangan berpikiran buruk dahulu terhadapku, aku Cuma mau memastikan kamu pulang selamat sampai di rumah, itu saja.
          Sebenarnya aku khawatir kalau memikirkan kamu berangkat sekolah sendirian melewati jalan yang besar dan penuh kendaraan besar. Kalau kamu mau aku bisa menjemputmu tiap hari mengantar kamu kesekolah. Tapi setelah kupikir-pikir lagi aku sampai di sekolah saja selalu terlambat apalagi kalau menjemput kamu bisa-bisa kita sampai di sekolah masuk saat jam istirahat.
           Tapi lama kelamaan setelah tahu bahwa kamu itu ternyata tidak terlalu feminine hahkan banyak yang bilang kalau kamu itu tomboy aku tak khawatir lagi. Tapi bukan berarti perhatianku padamu berkurang, malah perhatianku bertambah. Aku penasaran setomboy apa kamu. Dan walaupun ada orang berkata kamu tomboy aku yakin sisi feminitasmu pasti sangat menarik.
          Setahun dua tahun telah berlalu dan tetap tak terjadi apa-apa diantara kita. Aku takut saat tiga tahun dan tetap tak terjadi apa apa mungkin selamanya tak akan pernah terjadi apa-apa diantara kita. Diantara kita memang tak terjadi apa apa, tak ada rindu tak ada sayang tak ada cinta. Yang ada hanya aku disini memimpikan untuk mendapat rasa cintamu.
          Jangan kau biarkan aku menjadi buah yang menunggu mati. Tumbuh sedikit demi sedikit dan  barawal dari pahit yang terasa akhirnya hanya kamu biarkan jatuh dari tangkainya terbawa arus dan bemuara di laut sunyi, Patah hati…
{ To be continued }

Makalah

Mazhab-Mazhab Dalam Islam
Disusun  untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Indonesia Masa Islam

BAB I
Pendahuluan
A.     Latar Belakang
Islam sebagai salah satu agama di dunia ini, sudah tentu memiliki suatu tuntunan didalam menjalankan baik kehidupan dan ibadah. Di dalam islam banyak sekali hukum-hukum yang mengatur, diantaranya ialah mazhab. Mazhab adalah sekumpulan pedoman dan pemikiran yang bersambung dan tersusun, bagi seorang pemikir atau suatu aliran pemikiran. Mazhab-mazhab ini pun sebenarnya berjumlah banyak, tapi seiring berjalannya waktu akhirnya ada empat Mazhab besar yang menanungi dunia ini.
Selain itu juga, di dalam islam sendiri terdapat berbagai perbedaan didalam pemikiran sehingga menimbulkan mazhab tersebut yang masing-masing mazhab memiliki ciri khas dan keunikan sendiri. Adapun kita sebagai umat islam hendaknya mengamalkan salah satu mazhab saja, kita tidak boleh mencampur adukan antara mazhab yang satu dengan yang lainya karena akan menimbulkan kesalah pahaman terhadap ajarannya.
B.     Tujuan
Dengan di buatnya makalah ini, pemakalah mengharapan para pembaca semakin bertambah wawasannya mengenai mazhab-mazhab yang ada di dalam islam. Walau pembahasannya mungkin dirasa terlalu dangkal, harapannya tetap berguna bagi para pembaca.
C.     Rumusan Masalah
1.     Sekilas sejarah mazhab-mazhab
2.     Macam-macam mazhab
BAB II
Pembahasan
A.     Sekilas Sejarah Mazhab-mazhab
Setelah masa kekuasaan Dinasti Umayah[1] berakhir di dalam pemerintahan Islam, selanjutnya kekuasaan Islam di kendalikan oleh Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Abbasiyah[2] bisa disebut juga dengan masa keemasan umat Islam “The Golden Age”, karena pada masa ini umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendikiawan-cendikiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Periode ini dalam sejarah hukum Islam juga dianggap sebagai periode kegemilangan fiqh Islam, di mana lahir beberapa mazhab fiqih[3] yang panji-panjinya dibawa oleh tokoh-tokoh fiqh agung yang berjasa mengintegrasikan fiqh Islam dan meninggalkan khazanah luar biasa yang menjadi landasan kokoh bagi setiap ulama fiqh sampai sekarang.
Mazhab[4] didalam Islam itu sendiri timbul dikarenakan perbedaan penafsiran dan pemahaman para imam yang ada terhadap hukum-hukum fiqih dan hadist-hadist[5], tetapi pada dasarnya umat islam tidak berselisih dalam masalah pokok-pokok agama, juga dalam pokok-pokok akidah. Akidah-akidah agama dan rukun-rukunnya, serta bagian-bagian syariat yang konstan dan batas-batasnya adalah penyatu umat dalam akidah agama mereka. Dalam kerangka satuan ini terdapat pluralitas, keragaman, dan perbedaan dalam cabang-cabang fiqih Ibadah dan muammalah[6] yang kemudian menghasilkan mazhab-mazhab fiqih yang terkenal maupun yang tidak terkenal dan yang masih hidup maupun telah lenyap, yang memperkaya hasil ijtihad, dan keragaman yang banyak, dalam kerangka pokok-pokok fiqih dan sumber-sumber istinbath[7].
Sebab-sebab perbedaan pendapat para imam, sehingga muncul mazhab:
1.     Berbeda pengertian perkataan.
Ini merupakan bab yang luas terjadi karena kata-kata yang merupakan arti lebih dari satu, adanya pengertian kiasan.
2.     Riwayat.
Yaitu kejadian bahwa hadist yang sampai dibagian dan tidak sampai kepada sebagian yang lain atau sampai dengan cara yang tidak memungkinkan hadist itu dijadikan hujjah[8], sedangkan kepada lainnya sampai dengan cara yang dapat dipertanggung jawabkan untuk menjadi hujjah.
3.     Berlawanan dalil[9] mengenai kaidah-kaidah yang sebagian menerimanya sedang yang lain tidak menerimanya.
4.     Berlawanan dan mentarjihkan[10].
Ini juga bab yang luas yang mengenai banyak terjadi perbedaan pendapat mengenai adanya jauh, dekat dan benar atau salah.
5.     Qias[11].
Qias ini mempunyai beberapa syarat dan beberapa alasan, sedangkan alasan-alasan itu mempunyai syarat-syarat. Mengenai hal itu banyak pendapat yang berbeda sehingga hampir-hampir tidak ada satupun yang dapat disepakati, lebih-lebih sesudah datangnya ulama-ulama dan mereka memperluas segi-segi tinjauan dan pemikiran
6.     Dalil-dalil yang diperselisihkan tentang boleh tidak memakainya seperti istihsan[12], mashalih mursalah[13], perkataan sahabat, baraah ashlijah[14] dan istidlas[15].
B.     Macam-macam Mazhab
Didalam ilmu fiqih timbul berbagai macam mazhab, diantaranya
1.     Abu Sa’id, al-Hasan al-Bashri
2.     Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit
3.     Al-Auza’I, Abu Amr Abdurrahman bin Amr bin Muhammad
4.     Sufyan bin Masruq ats-Tsauri
5.     Al-Laits bin Sa’d
6.     Malik bin Anas al-Ashbahi
7.     Sufyan bin Uyaynah
8.     Asy-Syafi’I, Muhammad bin Idris
9.     Ahmad bin Hambal
10.  Azh-Zhahiri, Daud bin Ali al-Ashbahani al-Baghdadi
11.  Ath-Thabari, Muhammad bin Jarir
12.  Zaid bin Ali bin Jarir
13.  Ash-Shidiq, Ja’far bin Muhammad
14.  Abdullah bin Iyadh
Umat telah sepakat bahwa pluralitas dalam ­mazhab-mazhab fikih tersebut adalah salah satu dari sekian tanda kesuburan dan kekayaan pemikiran dalam cabang-cabang hukum Islam. Dari sekian banyak mazhab yang ada, pada akhirnya ada 4 mazhab yang memiliki banyak pengikutnya di dunia, diantaranya;
1.     Mazhab Hanafi
Mazhab ini didirikan oleh Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit (80 – 150 H). Abu Hanifah hidup dalam dua generasi yaitu kurang lebih 52 tahun pada zaman Dinasti Umayah dan 18 tahun pada zaman Dinasti Abbasiyah. Pada awalnya beliau adalah seorang pedagang yang mahsyur, namun atas syaran dari Al-Sya’bi, ia kemudian beralih menjadi seorang pengembang ilmu. Abu Hanifah belajar fiqih kepada ulama dari Irak.
Cara Ijtihad[16], Abu Hanifah ada tiga, dua pokok dan satu tambahan;
Cara ijtihad yang pokok:
Abu Hanifah merujuk pada Al-Quran apabila dia mendapatkannya, apabila tidak ada dalam Al-Quran dia merujuk pada Sunnah Rasullulah yang sahih. Namun apabila ia tidak mendapatkannya juga maka dia mengambil pendapat para sahabat mana saja yang dia khendaki dan dia tidak akan berpindah antara pendapat yang satu dengan yang lainnya.
Cara ijtihad tambahan:
a.      Pendapat sahabat yang tidak sejalan dengan pendapat umum adalah bersifat khusus
b.     Bahwa banyaknya yang meriwayatkan tidak berarti lebih kuat
c.      Adanya penolakkan terhadap makna tersirat
Fiqih Abu Hanifah sebagai berikut:
a.       Bahwa benda wakaf masih tetap milik wakif. Kedudukan wakaf dipandang sama dengan urusan pinjam meminjam.
b.     Bahwa perempuan boleh menjadi hakim di pengadilan yang tugasnya khusus menangani perkara perdata bukan perkara pidana.
c.      Abu Hanifah adalah ulama yang berpendapat bahwa sholat gerhana dilakukan dua rakaat.
2.     Mazhab Maliki
Mazhab ini didirikan oleh Malik bin Anas al-Ashbahi (93 H). Beliau juga termasuk ulama dua zaman yakni pada zaman Dinasti Ummayah dan Abbasiyah. Imam Malik memiliki guru diantaranya, Abd al-Rahman Ibn Hurmuz, Nafi maulana Ibnu umar dan Ibnu Shihab al-Zuhri. Sedangkan gurunya dalam bidang hukum Islam adalah Rabi’ah ibn Abd al-Rahman. Pada zamannya dialah ulama yang mengetahui sunnah dan mendapat julukan pelanjut ahl al-hadist.
Cara ijtihad Imam Malik ialah:
a.      Mengambil dari Al-Quran
b.     Menggunakan Zhahir Al-Quran yaitu lafad yang umum
c.      Menggunakan dalil Al-Quran yaitu mahfum al-Muwafaqoh
d.     Menggunakan mahfum Al-Quran yaitu mahfum mukhalafah
e.      Menggunakan tanbih Al-Quran yaitu memperhatikan illat
Cara ijtihad tambahan:
a.      Perempuan yang mengalami masa datang bulan cukup melakukan satu kali mandi wajib, selanjutnya hanya dengan berwudhu saja
b.     Laki-laki diharamkan berhubungan suami istri dengan istrinya yang sedang datang bulan
c.      Azan dilakukan dua  kali – dua kali
d.     Ketidak bolehan menikah bagi wanita yang sedang dalam masa iddah
e.      Imam Malik juga berpendapat bahwa sholat gerhana dilakukan dua rakaat dengan  dua ruku setiap rakaat.
f.      Imam Malik juga berpendapat bahwa jumlah mahar minimal 3 dirham atau seperempat dinar.
  

3.     Mazhab Syafi’i
Mazhab ini didirikan oleh Ibn Idris ibn al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi ibn al-Sa’ib ibn Ubaid Ibn Abd Yasid Ibn Hasyim Ibn Abd al-Muthalib ibn Abd Manaf. Ia lahir di Bazza dekat Palestina pada tahun 150 H, kemudian dibawa ibunya ke Mekkah, dan ia meninggal di Mesir tahun 204 H. Al-Syafi’I belajar hadist dan fiqih di Mekkah, lalu kemudian pindah ke Madinah untuk belajar kepada Imam Maliki, ketika Imam Maliki meninggal tahun 179 H, ia lalu bertemu dengan gubernur Yaman dan diangkat menjadi pegawai negeri di Yaman. Ia lalu belajar kepada Muhammad Ibn al_Hassan untuk mempelajari fiqih Irak. Setelah itu ia kembali lagi ke Mekkah dan mengajarkan fiqihi dalam dua model Madinah dan Irak.
Cara ijtihad al-Syafi’I dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.      Asalnya dari Al-Quran dan Sunnah
b.     Qiyas terhadap keduanya
c.      Apabila hadist telah sahih maka hadist tersebut berkualitas dan dapat digunakan dan mengenyampingkan yang masih zahir.

4.     Mazhab Hambali 
Mazhab ini didirikan oleh Ahmad bin Hambal (164 – 241 H). Ibnu Hambal ini dikenal sebagai imam hadist dan memiliki kitab al-Musnad. Beliau suka sekali melakukan perjalanan dalam rangka mempelajari hadist dan fiqih. Ia juga berguru kepada al-Syafi’i.
Cara ijtihad Ibnu Hambal, sangat dekat dengan ijtihad al-Syafi’i. Pendapat Ibnu Hambal dibangun atas lima dasar, yaitu:
a.      Menggambil dari Al-Quran dan sunnah
b.     Memilih pendapat sahabat yang disepakati oleh sahabat lainnya
c.      Apabila farwa sahabat berbeda-beda, ia memilih pendapat sahabat yang dekat dengan Al-Quran dan Hadist
d.     Menggunakan Hadist mursal dan dla’if apabila tidak ada atsar qaul sahabat/ ijmak yang menyalahinya.
e.      Menganalogikan (Qiyas)
f.      Sadd Al dzara’I (melakukan tindakan prepentif terhadap hal-hal yang negatif)


BAB III
Kesimpulan
Setelah masa kekuasaan Dinasti Umayah berakhir di dalam pemerintahan Islam, selanjutnya kekuasaan Islam di kendalikan oleh Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Abbasiyah bisa disebut juga dengan masa keemasan umat Islam “The Golden Age”, karena pada masa ini umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendikiawan-cendikiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Periode ini dalam sejarah hukum Islam juga dianggap sebagai periode kegemilangan fiqh Islam, di mana lahir beberapa mazhab fiqih yang panji-panjinya dibawa oleh tokoh-tokoh fiqh agung yang berjasa mengintegrasikan fiqh Islam dan meninggalkan khazanah luar biasa yang menjadi landasan kokoh bagi setiap ulama fiqh sampai sekarang.
Diantara berbagai macam mazhab yang ada didunia ini, pada akhirnya hanya ada empat mazhab yang memiliki pengikut paling banyak. Mazhab itu diantaranya ialah:
1.   Mazhab Hanafi, didirikan oleh Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit (80 – 150 H).
2.   Mazhab Maliki, didirikan oleh Malik bin Anas al-Ashbahi (93 H).
3.   Mazhab Syafi’i didirikan oleh Ibn Idris ibn al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi ibn al-Sa’ib ibn Ubaid Ibn Abd Yasid Ibn Hasyim Ibn Abd al-Muthalib ibn Abd Manaf (150 H).
4.   Mazhab Hambali didirikan oleh Ahmad bin Hambal (164 – 241 H).
Mazhab-mazhab diatas merupakan 4 mazhab terbesar dengan 4 imam besar yang menaunginya, memang di kemudian hari terdapat perbedaan-perbedaan tentang tata cara maupun penafsiran dalam keempat mazhab ini, tapi sebagai umat Islam yang bijak sudah seharusnya kita menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Dalam hal ini jelas sekali Nampak kekayaan alam pemikiran Islam, yang sudah tentu bukan dijadikan bahan perpecahan tapi justru sebaliknya dijadikan bahan pemersatu umat, agar tercipta kerukunan dan kedamaian global.

Daftar Pustaka
Lafidus, Ira, M. (1999). Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Imarah, Muhammad. (1999). Islam dan Pluralitas. Jakarta: Gema Insani Press.
Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. (2000). Sifat Shalat Nabi. Yogyakarta: Media Hidayah.


[1] Dinasti Umayah adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini dirujuk kepada Umayyah bin ‘Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan atau kadangkala disebut juga dengan Muawiyah I
[2] Dinasti Abbasiyah adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak).
[3] Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan tuhannya.
[4] Mazhab adalah sekumpulan pedoman dan pemikiran yang bersambung dan tersusun, bagi seorang pemikir atau suatu aliran pemikiran.
[5] Hadist adalah perkataan dan perbuatan Nambi Muhammad SAW, yang telah dicatat atau diarsipkan oleh para keluarga dan sahabat, semasa hidupnya Nabi Muhammad saw
[6] Muamalah adalah aturan Allah yang mengatur hubngan manusia dengan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara yang paling baik
[7] Istinbath adalah upaya mengambil keputusan hukum syariah berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an atau As-Sunnah yang ada.
[8] Hujjah adalah Kitabullah dan Sunnah Rasulullah
[9] Dalil adalah pedoman atau pegangan kita dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah.
[10] Mentarjihkan adalah usaha untuk menguatkan suatu pandangan dengan menggunakan Al-Ruran dan Al-Hadist
[11] Qiyas adalah satu di antara empat sumber pengambilan hukum Islam yang telah disepakati oleh seluruh lapisan ulama sepanjang zaman.
[12] Istihsan adalah salah satu metode istinbat (menyimpulkan) hukum yang diakui diambil secara induktif (istiqro’i) dari sejumlah dalil secara keseluruhan (jumlah).
[13] Mashalih mursalah ialah menganggap pas sesuatu yang tidak diperkuat dalil tertentu.
[14] Baraah ashlijah upaya implementasi dan realisasi terhadap ajaran Islam yang fitrah sebagaimana manusia juga fitrah.
[15] Istidlas usaha optimal untuk memutuskan perkara yang tidak dijelaskan dalam Al-Quran dan Al-Sunnah. Perbedaannya dengan Istinbath. Istidlas mencari pemecahan dan ketetapan hukum terhadap suatu peristiwa atau masalah yang tidak dijelaskan ketetapan hukumnya dalam nash atau ijma, sedangkan Istinbath merupakan upaya mengeluarkan atau mengeksplorasi makna-makna atau kandungan hukum yang terkandung dalam nash.
[16] Ijtihad adalah mengeluarkan segala tenaga dan kemampuan untuk mendapatkan kesimpulan hukum dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Iman Seorang Seniman

..(rada bingung juga pas baca tulisan ini, lupa dalam rangka apa tulisan ini dibuat, yang jelas tulisan ini dibuat di jogja. pokoknya semua tulisan yang berbau seni pasti ditulis di jogja)

               Didalam darah seorang seniman harusnya ada iman. Karena seniman selalu dieja dengan iman di akhiran kata. Seperti seni yang pasti terkandung dalam darah seniman, iman harusnya turut menyertainya. Senimsn ysng berimsn.
               Iman belum tidur jam segini, jam satu kurang seperempat malam. Jam segini dia masih mencari ide untuk lukisannya. Kemarin seorang turis asal belanda memintanya melukis. Melukis satu saja wajah yang mencerminkan wajah indonesia. Turis itu, mister von Koenigswald ingin melihat wajah asli indonesia. Sesulit mencari jarum di tumpukan jerami kata iman. Karena memilih satu dari dua ratusan juta wajah di indonesia untuk objeknya bukan perkara kecil. Apalagi di jaman seperti ini, di jaman di mana wajah wajah indonesia mulai dianggap kampungan oleh orang Indonesia sendiri.
               Wajah wajah seperti cut, noor, tubagus, raden, andi, bagus ataupun maniani semuanya kampungan. Kata orang orang seperti iman.
               Iman tinggal di kalidersik, bekas kalicode yang sekarang digusur pemerintah distrik. Jogjakarta yang istimewanya tercabut karena Raja tak mau tunduk pada jakarta. Semua nama harus diganti. Untuk mengingatkan rakyat bahwa mereka harus melupakan jogjakarta dari ingatan mereka. Sekarang bernama lejerk. Seperti nama nama kota di eropa sana.
               Iman masih mencari ide yang kemarin baru didapatnya sepertiga bagian. Dia mulis melukis wajah indonesia. Sawo matang dengan hidung yang pesek dan alis tebal. Rambut klimis hasil olesan orang aring. Bergigi renggang kuning kehitaman. Ada tahi lalat bundar di bagian dagu sebelah kiri . Tapi Iman belum tau wajah ini laki laki atau perempuan. Karena pikir Iman sekarang beda laki laki dan perempuan hanya pada menstruasi dan melahirkan. Dia perlu sepertiga ide lagi tentang wajah nusantara.
               Kali ini Iman berjalan di jalan. Menyebrang jalan di penyebrangan jalan. Semoga ada setidaknya setengah dari sepertiga ide yang dicarinya. Waktunya tinggal seminggu lagi sebelum mister vonKoe datang ke bedengnya. Menagih wajah nusantara.
               Iman sempat berpikir untuk melukis saja peta indonesia raya. Tapi langsung urung niat saat ingat peta indonesia raya bukan wajah.
               Sempat juga berpikir untuk melukis seperti affandi. Abstrak mengingat wajah nusantara yang bhineka tunggal ika. Kali ini juga urung niat, sebab pelukis realis seperti Iman tentu najis melukis lukis lukis abstrak. Bagi iman lukis lukis abstrak hanyalah lukisan yang derjatnya sama dengan lukisan anak tk. Entah seberapa besar orang mengapresiasi intrinsik yang ada di dalamnya, bagi iman abstrak tetap najis.
               Terbatasnya kosawajah iman membuat ia semakin frustasi.
               Iman lalu melihat cermin. Menatap lekat pada wajahnya yang ada di balik cermin. Lalu mulai melukis di atas cermin. Iman hanya enggunakan kuas pembersih untuk melukis. Diperhatikannya tiap lekuk dan detail. Setengah jam, sehari lalu dua minggu kemudian mister vonKoe datang. Dicari Iman di rumahnya. Diketuk pintu dan diusap usap kaca jendela.
               Sang mister lalu membawa [ulang pesanannya setelah menyerahkan beberpa lembar uang gulden pada Iman. Ia puas, terlihat dai senyumnya yang tak berhenti merekah
               Wajah nusantara adalah wajah/

Belum Ada Judul

(tulisan ini memang belum ada judulnya, tidak bemaksud meniru judul lagunya bang iwan. sampai tulisan ini dipost agud juga belum mudeng sebenernya ini tulisan maksudnya bagaimana. yang ogud inget cuma tulisan ini dibuat saat kelas 2 sma. malah ogud curiga kalau tulisan ini dibuat sepulang ogud main dari mawo sehabis mabok, hahaha.. jadi teingat jaman jahiliyah sma, ada yang nakal nakal, ada juga yang lucu lucu.. dibuang sayang lah pokoknya..)

Ini ceritaku yang aku buat untuk mengisi waktu luangku saat malam yang dingin datang (anggap saja begitu). Aku pertama kali bertemu dengan dia saat tugas mencari data di kelurahan tunon. Waktu itu kami satu kelompok bersama dalam pelajaran bk. Awalnya aku tak terlalu memperhatikan dia, ingin tahu namanya saja tidak apalagi ingin berkenalan dengannya. Singkat cerita akhirnya kami jadian dan saling mencinta….(ha ha ha Cuma ngarang).yang bener kami pulang ke rumah masing masing dengan rasa lelah. Esok harinya tugas harus dikumpulkan sedangkan tugas kami masih acak acakan dan rada ngawur. Akhirnya aku turun tangan untuk menyelesaikan tugas itu. Aku kerjakan tugas itu membuat laporan informasi mengenai desa tunon seorang diri tanpa ada yang membantu. Dengan di bumbui dengan kata kata yang kubuat sendiri dengan data yang infalid karena kebanyakan adalah karangan belaka akhirnya tugas kami selesai, dengan hasil yang lumayan bagus. Saat membuat halaman judul tertera nama anggota kelompokku. Ada beberapa nama yang tertera, tapi satu nama yang sangat indah terukir di sampul laporan tersebut. Begitu indahnya sampai sampai hingga kini aku tak bisa mlupakan nama itu.
          Saat membaca nama ini ada rasa ingin tau yang dalam, sungguh namanya begitu indah. Dia, tidak seperti nama nama yang pasaran macam sheila, nanda  leili lina atau apapun. Dari sebuah nama itu aku jatuh hati padanya. Esok harinya tak disangka dia datang menghampiriku dan menanyakan tugas kelompok kami dan dengan bangga kukatakan kalau tugas kami sudah selesai. Aku lihat seraut senyum lega karena tugas kami selesai sehingga tak ada lagi baban.
          Cuma itu histori saat aku pertama bertemu dengan dia. Bukan pertemuan yang heroik seperti aku menyelamatkan dia dari penjahat atau pertemuan yang romantis saat kami berlindung dari hujan di sebuah gubuk tua di pinggir jalan atau pertemuan yang elegan seperti saat kami bertemu di sebuah pesta ulang tahun seorang anak pejabat teras ternama negeri ini di sebuah pub terkenal. Pertemuan kami biasa biasa saja, bahkan cenderung tak disengaja
          Mengenai dia sebenarnya juga tak terlalu superior, dia bukan anggoata cherleaders karena memang di sekolahku tak ada club chearleadders dia juga bukan anggota osis ataupun peserta olimpiade sains bukan juga anak seorang konglomerat yang berangkat sekolah dengan limousin. Dia cantik, tentu karena dia perempuan. Dia juga manis karena dia punya senyum yang indah. Tingginya tak semampai seperti model tapi juga tak berotot seperti atlet, kulitnya putih. Ada tahi lalat di pipi bagian kanannya di sebelah hidungnya. Sehingga saat dirinya tersenyum menambah kecantikannya. Tapi segala yang ada padanya kuanggap luar biasa..
          Hari hari berikutnya berjalan seperti biasa karena tak ada langkah ambisius dariku untuk berkenalan mengajaknya jalan jalan kencan lalu pacaran. Aku hanya sekedar berharap tuhan berkenan mengatur pertemuan kami seperti saat kami dipertemukan dahulu. Tapi selanjutnya kami tak pernah dipertemukan, padahal jarak kelas kami hanya 50 meter, itupun masih dalam satu koridor lorong kelas x. Begitulah dunia di masa ini, kadang terasa sangat sempit karena begitu mudah setiap tempat disinggahi atau begitu banyak peristiwa yang terjadi saling berkait satu dan lainnya. Kadang terasa begtu luas hingga kita merasa seperti titik mikroskopis di tengah susunan semesta raya dan terpaut jauh satu dengan yang lainnya.
          Seperti aku sering katakan, dia adalah university of love ku. Tempat aku memahami cinta, tempat aku belajar mencintai, tempat aku belajar memahami, tempat aku mencurahkan peasaan, tempat aku menyerahkan hatiku juga tempat aku bermimpi, menjadi inspirasiku dan semangat hidupku di kala aku senang di kala aku sedih kamu tetep ada di hati (mirip lirik lagunya bip). Dia menjadi pelecut spiritku, saat kurasakan tak ada lagi keinginan hidup cepat cepat ku pandangi fotonya  dan berkata “aku gak boleh mati sebelum ndapetin kamu”
          Setaun berlalu dan sayangnya tak terjadi apa apa diantara kami, mungkin tak akan pernah terjadi apa apa diantara kami. Satu-satunya yang mampu menghiburku adalah saat aku melewati lorong kelas XI kelas sosial 3. saat melewat kelas ini kutemukan sosok yang dulu begitu aku kagumi namanya. Dia sering duduk di bangku deretan paling depan sehingga aku tak sulit melayangkan pandang ke arahnya. Dia masih tetap manis cantik dan anggun menawan hatiku. Saat tak sengaja kami saling bertatapan aku temukan sorot mata yang seju damai dan teduh namun selalu dengan segera aku palingkan muka karena tak mau menyakitinya dengankesia siaan sampah
          Sudah beratus ratus puisi ku buat untuk dia, puluhan cerita telah aku tulis untuk dia dan belasan lagu patah hati kunyanyikan hanya untuk dia. Namun sayang semua itu tak pernah ada guna sedikitpun. Semua hal yang kulakukan hanya sampah dan hal yang sia sia percuma. Aku tak mampu mengendalikan diriku, aku oleng dan hampir tenggelam namun aku tersadar dan bangkit lagi. Setidaknya dia menjadi semangat hidupku dan menjadi spirit menjadi inspirasiku. Sehingga saat aku duduk sendirian sepi aku bisa mengingat kamu.
          Waktu semakin jauh meninggalkan aku tapi hatinya tak juga mau sedepa pun mendekat padaku. Dia semakin menjauh dan semakin sepi pula saat sendiriku. Tak ada kata rindu tak ada kata sayang tak ada kata cinta. Mungkin aku memang belum layak mendapatkan semua itu namun didalam hati aku bertanya mungkin saja selamanya aku tak akan pernah mendapatkan semua itu.
          Begitulah aku menjadi manusia yang nista dan penuh dosa namun mengharapkan cinta dari seseorang yang begitu sempurna, setidaknya menurut pandanganku. Jauh di lubuk hatiku sebenarnya aku ingin merubah cara hidupku yang di ambang batas kewajaran namun tak tahu harus memulai dari mana dan dengan cara seperti apa. Mungkin juga tuhan telah menetapkan jalan hidupku seperti ini
          Tapi seseuatu yang kita anggap buruk mungkin merupakan jalan yang terbaik bagi kita. Pola hidup yang urakan tak tau atuaran dan segala sisi negatif di belakangnya ternyaa membawa sebuah perubahan pada akhirnya. Tapi aku tak mau terburu buru menyelesaikan cerita ini. Teramat banyak mozaik mozaik yang akan terlewat.

Loving Fucking Smansa 2

               Yang paling jauh dari kita adalah masa lalu. Sebegitu jauh sampai tak ada yang bisa mendekatkan kita dengan masa lalu selain dua hal, penyesalan dan kenangan. Yang aku punya untukmu tentu saja kenangan. Aku tak pernah punya sedikitpun penyesalan dalam hati untukmu. Tiga tahun menjadi muridmu adalah tiga tahun yang paling membahagiakan dalam sejarah pendidikan formal ku. Malah aku masih ingat dengan jelas hari hari menyenangkan mengenakan osis dan seregam batikmu. Aku masih ingat betul bagaimana caranya memanjat pagar belakangmu. Aku ingat.
               Bersekolah di smansa adalah tentang bagaimana kamu menjalani fase yang indah di sekolah ini. Smansa adalah tempat bagi kita bermetamorfosis. Merubah kita dari anak ingusan menjadi pemuda pemudi harapan bangsa. Jika metamprfosis adalah sebuah proses, maka kita memerlukan alat agar proses ini bisa berjalan dengan baik. Itulah aku sebut gunanya guru dan kurikulum yang baik, untuk mendukung metamorfosis. Dan metamorfosis untuk mencapai hasil yang terbaik harus ditunjang oleh lingkungan yang baik pula.
               Guru yang paling baik tentu saja pengalaman. Jika kamu pernah mengalami skorsing karena kedapatan berkelahi dengan geng sebelah harusnya itu menjadi pelajaran bagimu di masa depan. Setidaknya di lain hari kamu bisa berkelahi dengan geng sebelah tanpa sepengetahuan guru. Pengalaman memberimu masalah sekaligus solusi serta rencana rencana cadangan jika satu solusi tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Sedang kurikulum yang baik adalah kurikulum yang bisa kamu manfaatkan sebaik baiknya untuk kebaikanmu sendiri dan kebaikan bersama.
               Untuk memanfaatkan kurikulum kamu harus bisa membuat proposal sekaligus laporan pertanggung jawabannya. Jika kamu ingin menggelar pertunjukan musik di sekolah, buatlah proposal sebaik baiknya. Kalaupun wakasek segala urusan ngeyel menolak proposalmu, teruslah pertahankan argumentasimu. Paksalah beliau beliau setuju menandatangani proposalmu beserta rancangan anggarannya. Birokrasi selalu memiliki dua jalan. Seandainya jalan dari depan tidak bisa ditembus, masukilah jalur belakang. Itulah gunanya kamu mempelajari sosiologi, interaksi sosial dengan guru, kedekatan dan meraih kepercayaan dari mereka.
               Tapi ingat, proposal dan lpj tidak hanya dibuat untuk menyelenggarakan pentas musik. Untuk masa depanmu kamu juga harus membuat proposal yang matang. Untuk masa tuamu kamu juga harus membuat proposal yang menyeluruh. Ajukanlah proposalmu pada dunia, dan jika dunia ngeyel menolak proposalmu, pertahankan proposalmu dengan argumentasi atau apapun yang kamu punya. Paksalah dunia menyetujui dan menandatangani proposal untuk hidupmu. Jika sudah terlaksana itu berarti seperuh kebahagiaan sudah kamu genggam.
               Seperuhnya lagi tergantung pada laporan pertanggung jawaban yang sedang kamu buat. Sejak mengunjak akil baligh sebenarnya kamu sudah merancang lpj. Kau hanya belum menyadarinya.karena lpj menentukan separuh kebahagiaan lagi di akhirat, maka buatlah lpj dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Untuk masalah ini tidak ada yang bisa dijelaskan panjang lebar.
               3 tahun harusnya cukup bagi kita untuk menetas menjadi kupu kupu. Kemudian terbang ke pucuk bunga universitas untuk menghisap sari sari pengetahuan yang disediakan begitu banyak oleh Dia. Aku sudah menetas menjadi kupu kupu yang sempurna, seperti halnya juga ratusan teman seangkatanku. Meskipun aku lebih banyak menghisap rokok daripada sari sari pengetahuan tapi aku telah menuntaskan metamorfosis ku dengan predikat memuaskan.
               Predikat memuaskan bsa kamu raih jika selepas kamu dari smansa kamu sudah mantap menemukan dan menapaki jalan hidup yang kamu pilih sendiri. Tidak oleh orang tua ataupun ajakan teman sebangkumu. Selepas dari sana kau harus punya idealisme. Idealisme inilah yang nantinya menentukan apa apa yang baik untukmu dan apa apa yang buruk untukmu. Sehingga kamu bisa memutuskan seseuatu dengan yakin. Jadi, apakah kamu merasa lulus dengan predikat memuaskan?

(tulisan ini sebenarnya berumur dua tahun, dibuat saat baru masuk kuliah, tapi sebenarnya tulisan ini diselesaikan baru bulan lalu, hampir dua tahun dari pertama kali tulisan ini pertama kalai di buat)

Loving Fucking Smansa

Sekolah di sini seperti naik kereta ekonomi dengan tarif kereta eksekutuif. Terlalu mahal dan memakasa. Dilihat dari luar tampaknya menjanjikan dengan status yang mentereng, sekolah bertaraf internasional. Nyatanya saat kami masuk ke sini pemandangan tak jauh berbeda dengan sekolah sekolah negeri lainnya. Saat naik kereta ekonomi tak banyak yang bisa kami lakukan. Duduk tak tenang tak ada AC dan TV maupun mainan lainnya. Mungkin anak anak yang lainnya bisa duduk tenang dengan membaca buku, tapi kami tak bisa. Jiwa kami tak terbiasa dipasung seperti ini. Kami tak bisa dipaksa diam menyerah kepada keterbatasan yang kami dapat dari seseuatu yang kami bayar mahal, mahal sekali.
          Mungkin yang menjadi hiburan bagi kami adalah pemandangan di luar kereta yang dapat kami lihat lewat jendela. Di luar dapat kami lihat deretan pasar dengan ribuan pedagang yang berbaris rata berjajar mencari nafkah. Urat tangan mereka timbul mungkin terlalu sering bekerja kasar. Dan sesekali mengumpat marah saat sebuah mobil dinas perkotaan datang dan sok berkuasa menghancurkan lapak pedagang yang kurang beruntung mendapat lahan di dalam pasar sehingga harus berjualan di tepi jalan. Namun pemandangan itu cepat sekali berganti karena kereta yang kami tumpangi tak sudi berhenti untuk sekedar ingin tahu akhir dari kisah kisah di pasar tadi.
          Bagi yang belum membayar tiket kereta, jangan harap bisa naik kereta tua ini dengan tenang. Kondektur disini hapal semua nama penumpangnya hapal pula wajah dan perangainya. Bila belum bayar, bisa bisa kita tak dapat tempat duduk dalam kereta ini. Tak ada studio fotografi, seni, sastra bahasa serta taman yang tidak seperti taman. Padahal sebenarnya sekolah ini kaya raya
          Mereka mengurusi remeh temeh seperti seragam, rambut, sepatu, perilaku dan yang teramat remeh spp kami. Mereka lupa pada hal yang harusnya mereka benahi laboratorium fisika, kimia, biologi yang peralatannya karaten berbau seperti mesiu campur amis minyak dan berserakan belulang bangkai serangga yang di awetkan. Studio musik yang pengap yang kunci pintunya entah dimana. Lab komputer yang setengah total pc nya rusak dan ac nya mati.
          Teramat banyak tata tertib dan peraturan yang ada di sekolah ini. Sedangkan ruang bagi kami mengekspresikan diri teramat sempit. Lihat saja pakaian kami harus selalu rapi bahkan cenderung kaku. Dengan seragam yang sangat tidak fashionable ditambah dasi culun warna biru kami semakin seperti orang orangan sawah. Harusnya sekolah tau, kami membayar sekolah ini tidak murah lagipula untuk menjadi pintar kami tak harus berpakaian seperti itu. Untuk mendidik moral beri dulu kami teladan yang baik baru kami urus moral kami.
          Guru disini bebeapa setengah hati mengajar. Mereka mengajar dengan otak dan pikiran tapi tak pernah menggunakan hatinya. Sepenuh hati jika kami ikut les privat di rumahnya. Selain itu silakan sprint mengejar nilai yang teramat sulit dan tak teraih. Mereka terlalu tinggi mengukur kami dalam hal akademis tapi terlalu rendah mengapresiasi jiwa seni kami.
Tak ada yang istimewa dangan sekolah ini. Bangunan gedung tak terlalu bagus dan juga tidak mewah. Di dalam kelas hanyqa ada meja kursi dan lemari kecll. Beberapa jendela yang besinya sudah berkarat. Engsel pintu yang besar kebanyakan sudah rusak. Lampu penerangan seperti lampu disko, berkelaqp kelip terus menerus dan harus menunggu begitu lama agar lampu menyala sempurna. Di halaman tak terlalu banyak tanaman yang rindang. Hanya ada sebatang pohon beringn yang besar, pohon yang dalam mitologi kuno merupakan sarang setan beranak pinak.
          Jangan salahkan kami kalau kami sering memanjat pagar sekolah. Karena pagar yang harusnya berfungsi menjadi pintu keluar masuk disini beralih fungsi menjadi pagar berduri layaknya penjara penjara federal. Di tiap sudut pagar dililitkan kawat berduri yang tajam. Dengan gembok besi dan rantai pengikat  berlapis lapis kian menegaskan kesan ‘penjara’ ini. Sebenarnya alasan kami memanjat pagar sangat sederhana, kami hanya ingin menghemat waktu untuk kami dapat sampai di warung faforit kami di belakang sekolah.
          Maaf juga untuk catatan pinggir yang kami tinggalkan di tembok belakang sekolah. Mungkin hanya di sana kam bisa mencurahkan isi hati. Lagipula tiap ajaan baru didingmu pasti kembali putih. Dicat sedemikian rupa menghapus satu persatu kenangan yang ada. Kenangan di Smansa salah satunya adalah pemberontakan.

(tulisan ini berumur sekitar 4 tahun, ditulis dari jaman jaman kejayaan semasa sma lucu juga gaya bahasa dan penulisan semasa jaman sma, ngelantur ora genah, muter muter,, haha)