Kaligung Senja

     Di sore itu, di dalam kaligung yang berangkat sore hari. Berjalan di bawah senja, mempersilahkan angin masuk ke dalam jendela kereta yang tepi tepinya berkarat. Dalam perjalanan yang selalu sama belasan tahun, dalam jam yang selalu sama bertahun tahun. dalam ribuan perjalanan itu ada pula satu kesempatan aku ikut naik di dalamnya. Duduk berhimpit berdesakan lutut dengan punggung. berdiri bergelantungan pada pegangan, lelah menjalarkan pegal dan linu ke sekujur mata kaki sampai tempurung lutut. dan diantara penumpang penumpang berwajah lusuh penuh peluh, aku melihatnya. seperti melihat malaikat tersasar di gerbong depan kereta ekonomi.
         Dia berdiri di samping pintu gerbong, asyik menggenggam telepon genggamnya. sesekali tersenyum melihat layar, sambil sesekali menengok ke kiri dan kanan seandainya ada mata yang mencari cari pandang pada pipinya yang putih. …
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s