Jonggring Saloka

Kenapa harus ke gunung? Diantara sekian banyak pertanyaan kau memilih pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab. Bukan karena tak punya jawaban, hanya saja aku juga tidak tau sebenarnya apa yang membuatku selalu ingin ke gunung. Mungkin karena puncaknya yang indah, memandangi lautan awan di bawah mata kaki. Mungkin karena kabutnya yang dingin, atau karena hutannya yang tebal. Malah mungkin sebenarnya aku tak suka sama sekali ke gunung. hanya ingin pamer saja kalau aku bisa berjalan sampai ke puncak gunung. Mungkin juga aku hanya ingin mengambil edelweis, membawa turun batu batu yang indah atau sekedar bermalas malasan menghabiskan waktu berkemah di lereng.

Seperti semua orang tau aku bukanlah pecinta alam. Aku tak pernah menjadi anggota pecinta alam manapun. aku masih sering membuang sampah sembarangan. Aku mengotori udara sekitar dengan rokok. Aku kadang kencing sembarangan di bawah pohon. Aku mencabuti rumput rumput sepanjang perjalanan, menggores kulit pohon dengan ujung pisau. Bagian mana dariku yang bisa disebut pecinta alam? Tapi setiap melihat serombongan pemuda dengan tas ransel di punggung, berjalan dari stasiun mencari angkutan ke desa yang antah berantah di kaki gunung, aku selalu iri. Apalagi setiap melihat bayangan gunung dari jauh, melihat puncaknya yang mengepul asap, jauh di sana pasti begitu indah. Ada seseuatu yang menenangkan tentang berjalan ke puncak gunung. Di sepanjang jalan mengeluh, mengeluh tentang bobroknya moral generasi terkini, atau sumirnya kehidupan bangsa. Lalu kemudian mensyukuri. pemandangan padang sabana atau deretan pohon pohon di sepanjang habitat sangatlah indah.

Ada alasan kenapa gunung diciptakan begitu indah. Keindahan yang harus susah payah dicapai, dengan kaki tangan penuh debu. Dengan kulit yang kering, pori pori kulit mengecil karena hawa dingin. Keindahan yang liar, seperti rasa bahagia mendapati hutan rimbun. Mendapati bahwa diantara semak belukar pasti terdapat daun dan umbi yang bisa dimakan. Hanya menggenggam belati besar untuk hidup. Adakah seseuatu yang lebih menantang selain berusaha bertahan hidup di tengah hutan?

Jonggring Saloka adalah nama kawah di puncak Gunung Semeru. Pada umumnya gunung memiliki beberapa identitas, nama gunung, nama puncak, nama kawah, dan nama jalur pendakian. Semeru memiliki nama puncak Mahameru dan jalur pendakian Ranu Pane. Semeru terletak di Jawa Timur, masuk wilayah administrasi Malang Lumajang Pasuruan. Ik sudah dua kalu ke sini, dua duanya gagal muncak. Dah nasib.

Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s