Berikan Aku Semua

     Berikan aku kesempurnann untuk menyempurnakan hidupku yang selalu terasa kurang. Berikan aku wajah yang rupawan seperti sekumpulan anak muda korea yang gemar menari dan menyanyi. Dengan wajah seperti mereka tentu aku bisa dengan mudah mendapat wanita. Berikan aku motor atau mobil yang bagus, Ducatti atau sekalian Ferarri, dengan mengendarai mereka tentu aku bisa mendapatkan wanita lebih mudah lagi. Berikan aku uang yang banyak, kamar kost yang besar, fasilitas fasilitas. Untuk memenuhi kebutuhan mendasar yang paling besar, pemenuhan nafsu.
     Apalagi nafsuku? wanita, harta dan tahta. Karena terlalu banyak film porno di sekitar akhirnya persepsi tentang wanita juga ikut jadi porno. Wanita adalah lawan jenis yang tangannya kita genggam untuk menunjukkan bahwa pria sudah laku. Adalah lawan jenis yang bibirnya bisa dicium dengan buas seperti yang diajarkan pada semua film film romantis hollywood bollywood sampai film film horor porno indonesia. Adalah lawan jenis yang bisa ditiduri seperi video video yang gemar mahasiswa download di fasilitas hotspot kampus.

     Nafsu mahasiswa yang besar. Yang mangatakan bahwa nonton porno itu wajar. Rasa ingin tahu, lagipula porno itu ada dalam pikiran bukan pada videonya. Kamu sebut ini apresiasi seni, seni gaya anjing nungging. Daripada susah susah cari buku di perpus mending minta dibelikan laptop. Sehari hari browsing, ngaskus. Cari cari tempat pertamax. Tiba tiba semua orang dipanggil juragan. Tiba tiba jadi orang arab, tiba tiba jadi bangsat. Ada juga jejaring sosial, fb, twitter, G+, youtube ampun ahh teknologi jaman sekarang.
     Hari ini bolpoint sudah tidak laku, orang menulis menggerakkan jarinya pada tuts keyboard. Kerjakan tugas nyontek ke google. Copy paste print jilid tiba tiba keluar nilai A. Apalagi yang kurang? oiyaa ada yang kurang. Badan eksekutif mahasiswa. Adalah badan serupa pagan. Dewanya adalah intelektualitas, sembahyangnya diganti jadi seminar, diskusi diskusi permasalahan bangsa lalu merayakan hari raya, demo ke istana negara. Kau buat macet jalan, teriak teriak lebih kencang dari kernet bis kota. Kalau kernet teriak teriak untuk cari uang buat anak istrinya, apa yang kalian cari?
     Tentu saja perubahan, kehidupan bangsa yang lebih baik. Hilangkan kemiskinan dari bangsa ini. Berantas korupsi kolusi nepotisme kkn kpk. Masih saja teriak teriak membentangkan spanduk, turunkan presiden, ganti presiden baru! Panas panas kau malah turun ke jalan. Tambah semrawut kota jogja kalau kalian mahasiswa aktivis turun ke jalan. Belasan ribu mahasiswa baru yang tiap tahun datang, membawa motor dan mobil mereka. Tiap hari habiskan bensin untuk jalan jalan, rekreasi.
     Budaya lawan agama, kata aktivis islam. Hebat sungguh, mengkaji islam dari buku buku, majalah. Kalau aku dibodoh bodohi dalam masalah agama oleh santri aku terima. Tapi kalau cuma dari mengkaji kamu sudah berani ngomong banyak? Kekafiran orang lain kau urus, kekafiranmu sendiri kau lupakan. Ada temanku santri, penampilannya biasa, berteman dengan segala macam manusia, bahkan preman atau lonte pun ditemani. Suatu hari ia berkata, nabi mewariskan islam kepada ulama ulama bukan kepada lembaga kajian dan diskusi agama di taman taman kampus. Kamu mau dakwah? ajarilah aku mengaji, itulah dakwah.
     Yang terakhir cinta. Tentu saja cinta. Love. Yang aku tau tentangnya hanyalah aku belum punya buku nikah. Juga belum punya seseorang untuk kupasang fotonya di buku nikahku. Kekasih, pacar, soulmate. Jangan jangan aku gay, homoseksual, menyukai sesama jenis. Cuiih.. Lebih baik tidak usah bicara cinta. Cinta tak pernah bicara. Cinta itu mendesah dan mengerang. Terpejam pejam.
     Pikiranmu itu loh.. ngeres. Terlalu banyak setan dan jin jahat yang bercokol dalam otakmu. Dn iblis iblis tua yang bersemayam dalam hati. Toloong, tiap kali aku mau berbuat baik iblis selalu mencegah dengan rasa malas, egois, buruk sangka. Karena pada dasarnya kenikmatan paling besar adalah berteman dengan setan, menuruti semua hawa nafsu. Nafsu apa yang paling besar? Nafsuku kepadanya.. Kalian tau siapa namanya. 
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s