Gunung Slamet


foto karya mas rifqierocks http://tegalcyber.org/showthread.php?tid=292

      Dengan ketinggian puncak mencapai 3432 mdpl, gunung Slamet menjadi gunung tertinggi ke-dua di pulau Jawa. Sedangkan di tataran gunung gunung di Jawa tengah, gunung Slamet merupakan gunung tertinggi. Gunung Slamet masih berstatus sebagai gunung berapi yang aktif. Aktifitas vulkaniknya masih terus berlangsung hingga sekarang. Aktifitas yang paling terlihat tentu saja semburan belerang di kawahnya. Selain belerang, sumber air panas yang ada di kaki gunung ini juga menandakan bahwa gunung ini masih beraktifitas.
     Gunung Slamet terletak di lima wilayah administrasi, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banyumas dan Brebes. Masing masing daerah memiliki jalur pendakian tersendiri dengan puncak tersendiri. Gunung Slamet memiliki tipe gunung khas gunung gunung di Jawa Barat. Dengan hutan yang lebat di sepanjang jalur pendakian dan minimnya padang sabana. Hampir seluruh jalur pendakian tertutup hutan tebal, hanya terdapat sedikit trek terbuka. Tapi sayangnya puncak dari jalur Guci bukanlah top puncak. Top puncak adalah dari jalur pendakian Bambangan dan Kaligua.


     Jika hendak memilih jalur guci sebagai jalur pendakian kita bisa langsung menuju objek wisata Guci sebagai base camp. Dari kota Tegal kita bisa naik angkutan umum sampai ke pertigan Yomani. Angkutan yang tersedia bermacam macam. Bisa menggunakan angkutan bis tuyul/elep jurusan Tegal Bumiayu, atau bisa naik bis kurnia, atau bisa menggunakan Angkutan kota warna kuning. Dari Tegal menuju Yomani rata rata menghabiskan 5000 dengan waktu tempuh 30 menit.
     Dari Yomani kita harus naik lagi angkutan jurusan Guci. Selain menggunakan angkutan bisa juga menggunakan mobil bak terbuka pengangkut sayur. Angkutan biasanya hanya bisa mengantar sampai pasar Bojong. Dari pasar Bojong ke Base camp bisa dilanjutkan dengan menumpang mobil bak terbuka pengangkut sayuran. Angkutan dari Yomani menuju Guci rata rata menghabiskan 6000 rupiah dengan waktu tempuh 30 menit.
     Sesampainya di base camp langsung melapor ke petugas jaga yang berkantor di sebelah hotel Duta Wisata. Tidak ada perijinan resmi, hanya pendataan dan lapor identitas kepada perhutani. Untuk hal teknis diharuskan lapor ke Galas (gabungan pecinta alam Slamet). Setelah mengurus perijinan barulah kita bisa segera melanjutkan perjalanan. Jalur awal pendakian berada di sebelah lokasi Bumi perkemahan Guci. Di sini terdapat saluran air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari warga. Di sebelah timur buper terdapat pancuran air yang biasanya digunakan pendaki sebagai perbekalan.
     Perjalanan dari jalur awal pendakian hingga pos V yang merupakan pos terakhir membutuhkan waktu sekitar 7-10 jam (tergantung kemampuan pendaki). Medan yang dijumpai pada saat pendakian didominasi oleh kawasan hutan cemara, dan pinus. Hingga pos terakhir jalur pendakian masih lebat ditumbuhi tumbuhan. Sumber mata air baru bisa ditemui lagi di pos IV. Sedang di lereng sebenarnya terdapat satu sumber air, namun keberadaan air sangat fluktuatif, kadang ada kadang tidak ada.
     Dari Guci menuju pos 1 memerlukan waktu sekitar 1 jam. Jalur mulanya berupa jalur khusus mobil offroad bebatuan. Kemudian mulai masuk hutan karet yang banyak disadap penduduk sekitar. Ssetelah melewati hutan karet mulai masuk ke hutan pinus. Pos 1 diberi nama pos pondok pinus. Bentuk pos hanya berupa tanah datar kecil tanpa ada bangunan.
     Dari pos 1 menuju pos 2 memerlukan waktu sekitar 2-3 jam. Merupakan jalan paling panjang dibanding dngan pos yang lain. Selepas pos 1 jalur pendakian didominasi hutan lebat dengan jarak pohon cukup rapat. Hati hati dengan persimpangan yang merupakan jalur penduduk pencari burung. Tetap ikuti jalur yang benar, biasanya ada tanda pita atau rafia.
     Dari pos 2 menuju pos 3 jalur tidak terlalu panjang, hanya butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan. Sedangkan dari pos 3 menuju pos 4 memerlukan waktu 2 jam. Dari pos 4 menuju pos 5 (pos pelawangan) memerlukan waktu sekitar 2 jam. Jalur dari pos 4 menuju pos 5 merupakan jalur yang cukup berat. Beberapa kali harus melewati pohon tumbang, menerobos di sela sela akar pohon. sampai merangkak di bawah batang pohon yang tumbang. (asik pokoknya)
     Untuk lokasi pendirian tenda bisa memilih tempat di lembah Edelweis. Berada di antara pos iv dan pos v. Namun tempat untuk mendirikan tenda paling baik adalah di pos v. Di pos ini sudah terdapat banyak tanah datar yang bagus untuk pendirian tenda. Dari lokasi camping ke puncak diperlukan waktu sekitar 3 sampai 4 jam. Tapi sayangnya di puncak Guci tidak bisa melihat sunrise. Hal ini dikarenakan pemandangan ke timur ditutupi oleh puncak sebelah timur yang lebih tinggi. (puncak bambangan)
     Yang perlu diperhatikan adalah aktifitas belerang di kawah Slamet. Biasanya pendakian ke puncak hanya dibatasi sampai jam 10 siang. Di atas jam itu asap belerang sudah keluar dan bisa mengganggu pernafasan kita. Seandainya sebelum pukul 10 atau 11 belum sampai puncak lebih baik tidak usah memaksakan diri untuk bisa sampai ke puncak. bisa kembali lagi sore hari melihat sunset, dengan catatan aktifitas belerang sudah berhenti.

Pos pertama pondok pinus, dengan vegetasi hutan yang lebat

Sunrise yang terhalang puncak Bambangan



     Selain lewat jalur Guci sebenarnya masih terdapat jalur pendakian lainnya. bisa lewat objek wisata Baturaden dengan curug pitu, atau lewat Bambangan yang merupakan pos resmi. Atau bisa juga lewat Kaligua. Tinggal menyesuaikan saja, jalur guci relatif paling mudah diantara yang lain, kekurangannya pemandangan di puncak tidak leluasa karena hanya tersedia pemandangan ke arah antara utara dan barat. Sedang jalur Baturaden dikenal dengan treknya yang masih alami. Belum terdapat pos di jalur pendakian Baturaden. Sedang jalur Bambangan adalah jalur pendakian yang resmi. Jalur Kaligua adalah jalur ‘keras’ dengan medan yang terjal dan kemiringan yang tinggi. Silahkan buat pilihan sendiri, sementara baru tersedia catper untuk jalur Guci. Ke depannya akn diusahakan untuk mengisi informasi seluruh jalur pendakian Slamet.

Bersama Husni (tengah) dan Simon (kiri). Dokumentasi di puncak Slamet


Kawah gunung Slamet di pagi hari

Suasana pendakian di malam hari, dari pelawangan menuju puncak hampir 4 jam


Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s