Seribu Jati

Pada waktu yang sama aku merasakannya juga. Mendengar lagi suaramu seperti mendengar lagi suara seorang teman lama. Teman dari masa lalu yang kini sudah dipendam di pekuburan panggung. Tiba tiba suasana berubah mencekam, lagu demi lagu kamu nyanyikan menjelang tengah malam. Kadang seperti suara orang menangis, tapi lebih sering seperti suara orang di pasar. Aku tak bisa tidur, suara suara berisik. Ranjangku berdenyit, kayu kayunya yang rapuh sebentar lagi akan patah. Aku semakin merapatkan kepala kepada bantal, meluruskan selimut lalu terpejam dan aku masih mendengar suaramu.
Aku tak bisa tidur malam ini. Sinar bulan yang menyusup dari tirai jendela kamar membuat mataku marah. Lalu aku keluar, menyaksikan bulan yang bersinar terang, putih menjadikan malam yang dingin ini menjadi teduh. Bulan sedang bagus, sayangnya aku tak lagi suka melihat bulan. Sinarnya tambah terang, mengikuti alunan lagu yang semakin keras. Aku protes pada pohon pisang, kenapa harus mereka yang tumbuh dekat rumahku. Kenapa tidak beringin saja yang tumbuh, jadi aku tak perlu marah marah melihat bulan bersinar terang yang mengganggu tidurku. Meskipun aku benci partai beringin, tapi beringin pasti menghalangi sinar bulan masuk ke kamarku. Besok aku mau tanam jati seribu saja. Supaya kamarku tetap gelap tanpa sinarmu.
Sayup masih terdengar suaramu di balik angin sana. Serak, mengikuti demam serta influenza dan bersin bersin yang kadang keluar. Ahh aku bingung, yang dirasakan tidak seperti yang dulu pernah dirasakan. Seandainya dulu mungkin aku tak bisa tidur ber jam jam, terngiang suaramu yang madu dan membuat hati bergelung gelung seperti ekor ulat bulu. Tapi sekarang, mendengar suaramu seperti mendengar suara semprit tukang pakir, atau peluit penjaga perlintasan kereta api. Biasa saja, berarti menandakan aku telah sembuh dari phobia yang itu. Hahasek.. aku turut senang dengan progress ini. semuga tidak hanya sekedar wacana, tapi bisa sampai pada tataran aplikatif dalam kehidupan sehari hari.
Haha, lebih baik membicarakan teman saya yang sedang patah hati saja. Karena patah hati itu asyik untuk dibahas. Dari patah hati bisa diambil berbagai pelajaran. Misalnya pelajaran manajemen emosi dengan tidak lekas marah pada hal hal kecil yang biasanya mudah menyulut emosi. Seandainya ada tukang bakso lewat sambil berteriak teriak, janganlah lekas marah. Jangan pula kamu jadi out of control. Nanti malah memborong semua dagangan bakso yang dijajakan. Ingat lemakmu yang sudah saling menimbun diantara lipatan daging di lengan, paha dan pipimu. Meskipun big is beutiful tapi tetap yang namanya big itu tidak bagus dipandang. Hahaha, menyindir teman kita lagi yang ada di kota spirit of java. Mahadesi..
Haha, teman teman saya memang unbelievable.. banyak yang cantik cantik banyak juga bohay bohay. Haha, kalaupun bohay dikonotasikan dengan cap yang tidak baik, bohaynya teman temanku amatlah tidak bercap jelek. Teruntuk teman saya yang ada di purwokerto sana, dapat salam dari nama disensor. Yang di solo dapat salam dari Triyo Dinda Panuntun. Yang di semarang tidak perlu disalami. Sedang di bandung untuk temanku yang paling cantik daniel cicarely.
Tapi diantara temanku, kamulah yang paling cantik. Yang paling beautiful. Manis tanpa make up. Wangi tanpa parfum. Halus tanpa lulur. Dengan kilauan rambut yang tanpa creambath. Meskipun tanganmu tidak selalu halus karena banyaknya cucian bajumu, tapi tanganmu masih yang paling aduhai. Melenakan setiap makhluk yang pernah menyentuhnya. Membuang jauh jauh keriput nenek nenek yang kamu gandeng dan sebrangkan. Pada intinya, kamu tetap yang paling nomor satu. Diantara perempuan perempuan yang masih perawan di indonesia kamu adalah yang paling cantik.
Teruntuk teman saya, si ratu dangdut. Yang bokongnya sudah terlatih berjoget india. Pinggulnya bisa digoyangkan sesuai irama gendang. Dan satu kata yang paling aku rindukan keluar dari mulutmu, tariiiiiiiiiiiiiik maaang…..
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s