Iblis yang Baik Hati..

          Sendirian itu tidak enak, artinya tidak ada yang bisa diajak ngobrol, smsan atu telpon telponan. Untungnya kita punya teman yang paling setia yakni setan. Lho kok bisa setan bisa dibilang teman yang paling setia. Tentu saja bisa, setan kan satu satunya teman yang tempatnya ada di hati. Kadang pas kita sendirian kan kita sering berbicara dalam hati. Dan setiap pembicaraan kita pasti ada lawan bicaranya, ya itulah setan. Misalnya kita sedang di jalan lalu menjumpai pengemis, biasanya kita bertanya dalam hati, “ini ada duit seribu perak, di depan ada pengemis tua enaknya dikasih nggak yah..?”. kalau ada suara seperti ini: “buat apa kasih ke pengemis! duitmu aja cuma berapa, mending beliin rokok.. toh pengemis itu juga paling sebenarnya lebih kaya dari kamu..” inilah suara setan. Sedangkan malaikat biasanya cuma diam, kan malaikat cuma bisa dzikir ke hadirat Tuhan YME. Jadi buat apa malaikat ikut campur urusan kita dengan setan. 

          Ahh setan anjing, jancuk lah pokoknya, sukanya membisikkan segala seseuatu yang tidak baik. Memang sifat dasarnya demikian, setan selalu membisikkan yang tidak baik. Apa pernah setan membisiki kita untuk pergi ke pengajian? apa pernah juga setan marah marah pas tau kita lagi mabok, nonton bokep atau nggosip. Setan tidak sekalipun marah pada kita, tidak seperti orang tua kita yang sering marah marah. Karena itu bersyukurlah kamu yang orang tuanya sering marah marah, berarti mereka bukan setan. Lagipula yang mereka marahi bukan kita, tapi setan yang jadi teman kita tadi, yang membisiki supaya kita malas, dan banyak lagi to do list-nya setan. Tapi kalaupun orang tuamu tidak marah marah bukan berarti mereka itu setan. kalau kondisinya seperti itu berarti ada dua kemungkinan. Yang pertama mereka memang orang tua yang penyayang yang mengganti marah marah dengan nasihat yang lembut. Dan yang kedua hanya orang tuamu yang tau.
          Sudah cukup prolognya.. mari beranjak ke pokok tujuan dari dibuatnya tulisan ini. Sedang tulisannya berbentuk serupa naskah drama, karena isinya percakapan. Percakapan dengan siapa? Tentu saja dengan teman terbaikku, setan.

Aku     : setan, sibuk tidak kamu? temani aku ngopi dulu sebentar, aku butuh teman bicara..
Setan  : ahh teman, tentu saja aku tak pernah sibuk untukmu.. bahkan semua waktu yang aku punya adalah hanya untukmu. Asu, aku selalu untukmu..
Aku     : oke, sini keluar dulu dari hatiku, duduk dekat disampingku.. kita ngopi ngopi dulu.
Setan  : sebentar, aku menjelma dulu seperti manusia, kamu pasti tak mau melihat wujud asliku.. kamu pengin aku menjelma seperti apa?
Aku     : ehmm apa yah enaknya.. yang pokok wujudmu harus perempuan, berkulit putih hidungnya mancung, rambut sebahu dan kalau bisa ada tai lalatnya.. ahaha
Setan  : bisa diatur.. kamu mau aku berpakaian seperti apa?
Aku     : kalo pakaian ehm bentar aku pikir pikir dulu.. jeans hitam, kaos putih dan jaket abu abu bisa kan? Jangan kenakan pakaian yang ketat, kurang berkenan.
Setan  : bisa diatur, lalu aku ingin kau panggil dengan nama apa? Panggilan setan sepertinya kurang enak didengar..
Aku     : namamu sekarang Ranti, kita dulu teman bermain sewaktu masih kecil. Sekarang kamu tinggal di kota yang namanya Mandalawangi, seperti nama lembah di gunung Pangrango. Sebelumnya kamu bisa kan menyerupai seseorang dalam berbicara, aksen dan suara. Harus serupa sampai mimik wajah, senyum, cara tertawa, kedipan mata dan yang paling penting cara berpikirnya
Setan  : siapa?
Aku     : aku bisikkan dalam hati saja biar cuma kita yang tau..
Setan  : owh.. dia? gampang, aku bahkan bisa meniru setiap lekuk tubuhnya seandainya kamu mau menyaksikannya tanpa busana..
Aku     : tidak usah.. cukup yang aku minta tadi saja.. kalau sudah selesai duduk saja di sampinku di sofa ini
Setan  : aku sudah disampingmu..
Aku     : hahahaha.. kamu cantik sekali.. sayang kamu setan..
Ranti  : trus kita mau ngobrol apa sekarang?
Aku     : haha, sebenarnya aku tidak berencana untuk ngobrol denganmu..
Ranti  : lalu?
Aku     : aku hanya ingin melihat wajah itu dekat dekat, sudah lama aku tak melihatnya sedekat ini
Ranti  : wajah ini? hoho.. kenapa hanya melihat? Kamu bisa membelai bahkan menciumnya sekarang. Jangankan wajah, setiap jengkal tubuh ini pun bisa kau sentuh..
Aku     : hmm.. tidak perlu, melihatnya sedekat ini saja sudah cukup.. oh iya, sebelumnya aku mau bertanya dahulu padamu, katanya kamu itu tempat bersemayamnya di hati kan?
Ranti  : iya, kami bersemayam di hati manusia, selain itu beberapa ada yang bersemayam dalam aliran darah, di otak dan dimana mana.
Aku     : kalau kamu bersemayam dalam hatiku tentunya kamu tau kan seluk beluk isi hatiku?
Ranti  : seluk beluk yang mana?
Aku     : seluk beluk mengenai wajah itu.. aku ingin tau, sebenarnya dalam hatiku itu seperti apa berkenaan dengan wajah itu.. apakah dalam hatiku sama seperti prasangkaku selama ini?
Ranti  : lho memang prasangkamu terhadap wajah ini seperti apa?
Aku     : prasangkaku ya kalau aku mencintai pemilik wajah itu..
Ranti  : cinta? kamu yakin itu semua cinta?
Aku     : yah itu kan cuma prasangkaku.. kamu harusnya tau kan sebenarnya dlam hatiku itu seperti apa? apakah memang benar cinta atau sekedar suka atau bahkan sebenarnya tidak ada perasaan apapun kepada pemilik wajah itu.
Ranti  : haha, kamu itu lucu jar.. repot repot memanggilku keluar hanya untuk menanyakan hal itu.. kebanyakan manusia saat berbicara denganku selalu menanyakan hal hal hal hal yang penting.. tidak seperti kamu yang menanyakan urusan hati.. memangnya seberapa pentingnya hati untukmu?
Aku     : loh bukankah hati itu pusat dari hidup kita, segala apa yang kita lakukan bersumber dari hati..
Ranti  : ahh berhenti sejenak dulu.. mana kopinya? Masih ingat kan kamu tadi ngajak aku untuk apa?.. untuk ngopi.
Aku     : ohh iya aku lupa.. ntar tak buatin kopi dulu.. kopimu capucino kan?
Ranti  : ehh jangan kopi.. buatkan coklat panas saja untuk ku.. bisa kan?
Aku     : anything for you lah frend..

(bersambung setelah coffe break) 


Ranti  : Setelah kuhabiskan coklatku ajaklah aku jalan-jalan jar.. aku bosan di kamarmu terus.
Aku     : lhah, jalan jalan kemana? Aku kan lagi gak punya duit, lupa ya.. di dunia manusia apa apa harus dibeli dengan duit.
Ranti  : hah, itukah yang ada di pikiranmu, kalau mau mengajak seorang jalan-jalan harus berduit banyak, harus nraktir makan, harus beli ini itu, harus serba romantis
Aku     : ya kesepakatannya kan seperti itu..
Ranti  : berapa kali kau pernah mengajak seseorang jalan-jalan?
Aku     : seingatku belum sekalipun.. hhahaha
Ranti  : semiskin itu kah kamu sampai tak pernah punya duit untuk mengajak seseorang jalan jalan..
Aku     : bukan karena duit, karena memang tidak ada satupun yang mau diajak jalan-jalan
Ranti  : menyedihkan, diantara banyak laki laki di dunia ini kamu adalah yang paling menyedihkan..
Aku     : menyedihkan atau menyenangkan hidup seseorang itu kan relatif
Ranti  : udah lah, gak usah berargumen, lekas habiskan kopi dan matikan rokokmu.. kita jalan
Aku     : ya terserahlah, tapi kita mau pergi ke mana?
Ranti  : ke sarkem.
Aku     : hah, sarkem?
Ranti  : lha memangnya kemana lagi? Kau mau ajak aku ke masjid agung?
Aku     : haha, iya setan..

          Roda motor mulai berputar, dengan suara kasar gesekan rantai motor dengan gerigi yang sudah aus. Ahh mungkin hanya wanita jelmaan setan saja yang mau dibonceng oleh motor butut ini. motor ini belum sekalipun diduduki parempuan selain ibu dan nenekku. Menyedihkan.. tapi kan menyedihkan atau menyenangkannya hidup seseorang itu romantis eh relatif. 


Aku     : ngapain kita ke sarkem?
Ranti  : emm anggap aja aku berbaik hati sama kamu..
Aku     : berbaik hati gimana caranya?
Ranti  : haha, selama ini kan kamu gak pernah ngrasain sentuhan wanita, nah di sarkem itu kamu bisa merasakan sentuhan lembut wanita, kalau mau tidur sama mereka juga bisa
Aku     : j***uk ahh
Ranti  : haha, aku mau bantu kamu
Aku     : ya kan gak gitu caranya..
Ranti  : lha trus gimana caranya?
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s