Raden Ajeng Kartini (Tamat)

Bagaimana hasil perjuangan Kartini dan apa pengeruhnya bagi generasi sesudahnya?
            Kartini telah memberikaan inspirasi kepada banyak perempuan di dunia. Bahkan Eleanor Rosevelt pun terkesan setelah membaca terjemahan kumpulan surat surat Kartini, letters of a javanese princess. Bagi Eleanor gagasan yang dikemukakannya dalam surat mengguagah hati dan nuraninya. Perjuangan Kartini adalah perjuangan dengan memberikan semangat dan pemikiran bagi bangsa Indonesia terutama kaum perempuan. Kartini berharap perempuan di negerinya bisa maju seperti laki laki dalam segala bidang. Khususnya dalam mengejar pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perjuangan Kartini adalah perjuangan batin yang masih terjajah dari kungkungan adat istiadat dan tradisi yang menempatkan perempuan sebagi sosok lemah yang tidak berdaya. Ketika itu hidup perempuan hanyalah sekedar menjalankan kodratnya saja tanpa diberi kesempatan untuk mengmbangkan diri.

Upaya perjuangan Kartini sedikit banyak mempengaruhi kaum perempuan di tanah air.  Tentunya hal ini tak lepas dari semangat Kartini dalam memperjuangkan nasib kaumnya. Agar bisa sejajar dengan kaum pria. Dan menjadi mitra setia dalam perjalanan hidup bagi pria. Kartini semasa hidupnya mampu memberikan arti dan semangat tersendiri dalam perjuangan kaum perempuan untuk meraih emansipasinya. Sayangnya umur Kartini terlalu muda saat dipanggil oleh yang maha kuasa. Kartini meninggal pada usia 25 tahun meninggal setelah melahirkan putera pertamanya. Karini dimakamkan di desa Bulu kecamatan Bulu Rembang. Dimakamkan di pemakaman keluarga suaminya yang merupakan bupati Rembang.
Kini hanya tinggal semangat dan pemilirannya saja yang tertinggal. Namun berkat kegigihan Kartini kemudian didirikan sekolah wanita oleh yayasan Kartini di semarang pada tahun 1912, san selanjutnya di Yogyakarta, Surabaya dan sebagainya. Nama sekolah sekolah tersebut adalah sekolah Kartini. yayasan Kartini sendiri dibentuk oleh van Deventer yang merupakan tokoh politik etis.
Perjuangan Kartini tidak hanya sendirian. Dewi Sartika dari jawa barat adalah termasuk sosok yang berjuang di jalan Kartini. selain nama Dewi Sartika ada pula nama Rohana Kudus dan Rahmah el Yuniasih dari Bukit tinggi dan Padang. Dua nama terkahir bahkan mendirikan beberapa sekolah perempuan yang kemudian menjadi inti dari organisasi Kaum Ibu Sumatera. Sedang di Yogyakarta muncul perkumpulan Aisyah yang merupakan bagian dari Muhammadiyah yang bergerka dalam bidang sosial terutama pergerakannya didominasi oleh kaum perempuan.
Berikut adalah perkumpulan perkumpulan semacam di atas selepas tahun 1920. Diantaranya:
  • ·         Ina Turi dari serikat Ambon
  • ·         Wanudiyo Utomo dari Sarekat Ialam
  • ·         Wanito Utomo
  • ·         Wanito Mulyo

           Puncaknya tejadi pada bulan Desember 1928 seluruh utusan dari perkumpulan perkumpulan semacam yayasan Kartini dikumpulkan menjad satu untuk mencari sebuag konsep kesatuan organisasi seluruh Indonesia. Diantara yang memprakarsai adalah Nyonya Sukanto, Nyonya Suwardi, dan Nyonya suyatin. Hasil nya akan dibentuk sebuah paersatuan perkumpulan perkumpulan  perempuan. Dibentuklah Perwani, persatuan wanita indonesia. Paguyuban ini membawahi bermacam perkumpulan perkumpulan perempuan.
            Pada era pergerakan nasional, gerakan gerakan perempuan ini mulai menampakkan peran yang cukup signifikan. Diantaranya dengan ikut melebur pada organisasi organisasi yang lebih besar. Itulah pengaruh perjuangan Kartini yang terasa bahkan sampai waktu yang cukup lama sesudah Kartini meninggal. Jasa jasanya akan selalu dikenang. Ide dan pemikirannya selalu membangkitkan gairah untuk berjuang. Itulah semangat Kartini yang ditularkan pada generasi sesudahnya. Meskipun ada anggapan bahwa sosok Kartini adalah sosok yang diangkat Belanda sebagai figur. Belanda sengaja mengangkat Kartini yang berpola pikir kebarat baratan menjadi figur panutan bagi banyak rakyat.
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s