Raden Ajeng Kartini (3)

         Namun yang paling fenomenal dari perjuangan kartini adalah ide-ide orisinil dan pemikirannya tentang usaha memajukan nasib kaumnya yang dia tulis lewat surat kepada teman temannya dari Belanda. Diantara kebanyakan surat tersebut sebagian besar mengisyaratkan keinginan Kartini untuk mencapai kemerdekaan sepenuhnya sebagai perempuan yang berdikari. Tidak tergantung pada siapa siapa, meskipun tidak memungkiri akan bantuan dari orang lain. Beberapa point dari surat Kartini diantaranya adalah sbb:

  • Posisi perempuan di jawa dan Belanda sangat berbeda. Jika di Belanda posisi perempuan sudah lebih terhormat, maka sebaliknya di jawa posisi perempuan sangat memprihatinkan. Perempuan di jawa dipaksa menerima saja takdirnya tanpa ada kesempatan untuk mengembangkan diri. Dan setelah Kartini mengetahui fakta ini, niatnya untuk berjuang memajukan nasib kaum perempuan semakin besar. Dalam surat suratnya Kartini kerap menyinggung niatnya ini sebagai usaha untuk meraih kemerdekaanya meskipun akan banyak halangan dan tantangan yang akan datang. 
  • Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan dalam segala bidang. Dalam pendidikan Kartini memperjuangkan agar kaum perempuan memiliki hak yang sama seperti halnya kaum pria dalam mengenyam pendidikan. Sebelumnya pendidikan hanya bisa dirasakan oleh kaum pria saja. Sedangkan kaum perempuan hampir tidak mungkin mencicipi indahnya bangku sekolah formal. Hal ini tentu saja mengusik rasa keadilan, terutama mengusik nurani sebagai seorang wanita. Untuk meentang ketidak adilan ini Kartini pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghadirkan pendidikan bagi kaum perempuan, terutama kaum perempuan pribumi yang hampir pasti tidak bisa mengenyam pendidikan. 
  • Emansipasi juga terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, jika sebelumnya peran perempuan di masyarakat relatif tidak ada maka seiring waktu kartini berjuang agar perempuan juga memiliki peran aktif di masyarakat. Meskipun tidak terlalu signifikan setidaknya perempuan bisa membantu sekedarnya demi kepentingan umum. Dan yang lebih penting adalah emansipasi dalam hal gender. Perempuan pada masa itu diposisikan lebih rendah derajatnya daripada laki laki. Sehingga banyak perempuan yang diperlakukan tidak terhormat oleh laki laki. Bahkan di beberapa daerah lazim terjadi poligami yang bagi perempuan sangat tidak adil. Selain itu Kartini memperjuangkan agar tradisi pingitan tidak diberlakukan lagi karena memasung kebebasan dan kemerdekaan perempuan. 
  • Dalam surat surat nya Kartini juga berkeinginan untuk mendobrak tembok tembok tradisi yang memisahkan perempuan dengan dunia luar. Sudah menjadi rahasia umum jika perempuan harus tunduk dan patuh pada tradisi. Dari mulai dipingit sampai dijodohkan dengan laki laki yang tidak dikenal dan biasanya telah beristri lebih dari satu. Kartini tidak memungkiri bahwa tradisi adakalanya memang diperlukan sebagai kontrol. Namun menurut Kartini tradisi juga tidak boleh mamasung kemerdekaan perempuan. Tradisi seharusnya sejalan dengan penghormatan kepada perampuan, tidak malah menginjak injaknya. 
  • Kartini juga memperhatikan masalah agama. Meskipun menjadi sorang muslimah bukan menjadi cita cita utamanya. Dalam beberapa suratnya kartini mengungkapkan betapa dia ingin mendalami agama. Namun terbentur oleh keterbatasannya mengakses ilmu agama. Namun di akhir masa hayatnya Kartini mulai menemukan kesempatan untuk belajar agama. Dari pesantren milik kakeknya dia menemukan AlQuran terjemahan bahasa jawa. Disitulah Kartini menemukan kata kata yang kemudian sangat sering dikutipnya dalam surat suratnya. Dan Seperti telah disebutkan bahwa menjadi seorang muslimah bukanlah awal dari cita-cita Kartini. Bahkan ada suatu masa dimana Ny.Van Kol berusaha mengkristenkan Kartini. Meskipun ia gagal untuk mengkristenkan Kartini, namun ia berhasil mendangkalkan aqidah Kartini. Sehingga dalam beberapa suratnya Kartini menulis: “Namun demikian, Allah pula lah yang mempunyai kehendak atas hamba-Nya. Allah menurunkan hidayah-Nya pada Kartini melalui sebuah pengajian dan pertemuan singkatnya dengan KH. Sholeh Darat. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)…” (QS. 2:257) adalah salah satu ayat dari terjemahan yang paling berkesan baginya. 

         Inilah titik awal dari pembalikan Kartini (inqilab) dari kegelapan jahiliyah menuju pada cahaya Islam (Minazh Zhulumaati ilan Nuur). Melalui Al-Quran yang sebagian diterjemahkan oleh KH.Soleh Darat, Kartini mulai mempelajari Islam dalam arti yang sebenarnya. Mulai saat itu Kartini bercita-cita untuk menjadi seorang muslimah sejati. Kalimat Minazh Zhulumaati ilan Nuur sering Kartini ulang-ulangi di dalam suratnya, yang dalam bahasa Belanda ditulis sebagai Door Duisternis Tot Licht. Sayang-nya, kalimat tersebut diterjemahkan oleh Armijn Pane (nasrani) sebagai „Habis Gelap Terbitlah Terang”, sehingga maknanya yang begitu dalam tidak lagi terlihat.
          Dan itulah beberapa point point yang terkandung dalam surat surat Kartini. meskipun tidak mencakup semuanya, setidaknya cukup menjadi bahan pengetahuan untuk mengetahui apa yang ada di pikiran kartini kala membuat surat surat yang kemudian dibukukan oleh Abendanon. Surat surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan oleh Abendanon dalam belanda. Cetakan pertama ditebitkan oleh s-Gravenhage, van Dorp(1911) dengan judul, Door Duisternis tot Litch. Namun mengingat betapa pentingnya surat ini dalam mengangkat semangat perjuangan bangsa maka diterbitkan juga terjemahan dalam bahasa jawa sunda dan sebagainya.
         Tidak semua surat yang dikirimkan oleh kartini dipublikasikan. Stella yang memilki sekitar 20 surat dari kartini hanya meinjamkan 14 buah suratnya. Ada pula yang enggan meminjamkan suratnya sama sekali dengan berbagai macam alasan. Buku Door Duisternis tot Litch akhirnya hanya memuat sekitar seratus surat. Hampir setengahnya adalah surat surat yang ditujukan kepada Abendanon.
         Buku ini diterjemahkan juga kedalam bahasa inggris. Dengan judul Letters of Javanese Princes yang sampai di Amerika mendapat cukup banyak apresiasi positif. Sedang dalam bahasa jawa, buku ini diteremahkan oleh banyak penulis. Namun sepakat menamainya dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s