Air Seni Bulan

          Hidup selalu bisa dihubungkan dengan seni, baik seni yang bersifat indah indah seperti seni pada umumnya ataupun yang bersifat seni terapan. Seni yang pertama membutuhkan banyak hal, baik bakat maupun kemampuan, naluri mencipta dan mengkreasi serta inspirasi murni. Itulah seni pada buku buku Hamka, atau puisi puisi Chairil, seni pada lukisan Affandi serta seni pada pementasan pementasan Butet. Seni yang indah indah, seni yang megah yang saat menyaksikannya membuat kita tergugah. Merinding dan terbawa pusaran haru. Untuk seni yang pertama amat sulit untuk kita bisa mencapainya. sebab membutuhkan bnyak hal untuk menciptakan seseuatu yang bernilai seni.
          Karena alasan itu dibuatlah seni terapan. seni yang kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Seni  terapan adalah seni yang sederhana. Seperti warna cat tembok kita adalah juga seni. Bagaimana atap rumah kita dibuat miring juga seni, atau mengenai bagaimana kita memilih kata saat berbicara dengan kekasih kita. Seni ini memungkinkan kita untuk menghiasi hari hari biasa kita dengan seni, menjadikannya hari hari yang luar biasa. Agar manusia selalu menerapkan seni dalam keseharian mereka. Karena manusia memiliki jiwa tidak seperti robot. Sudah sewajarnya manusia memiliki pemahaman seni di dalam pemikirannya. Tentang keindahan, kebersihan, kejujuran, kesetiakawanan, cinta, kasih sayang bahkan benci.
          Itulah alasan kenapa aku mencintaimu, karena menerapkan seni dalam hidup. Seni membutuhkan pemicu untuk merangsangnya tumbuh. dan aku menggunakan kamu sebagai pemicu yang paling ampuh. hanya dari namamu saja aku bisa meloncatkan pikiranku ke segala hal. dari mitologi mitologi kuno jawa tentang dewi penjaga bulan sampai pada penghitungan bulan baru bulan mati bulan purnama. Dan aku mencintaimu karena seni, karena seni membutuhkan cinta untuk tetap hidup seperti perdu membutuhkan air untuk tetap hidup. Seperti air, cintaku padamu menyirami seni yang ada dalam diriku untuk terus hidup. kemudian terus berkarya meskipun sederhana. tapi tahukah kamu bahwa seni yang sederhana ini benar benar membuatku bahagia.
          Lalu kemudian kamu berubah menjadi candu, menjadi seseuatu yang sulit untuk dilepaskan. menempel lekat dalam otak, memaksanya memikirkan ratusan puisi yang mungkin bisa kubuat untukmu. untuk apa aku buatkan puisi puisi untukmu?. bukan untuk memikat hatimu atau ingin mendapat pujianmu. aku hanya mengejar ketenangan hati. dan bersama bait bait dan baris baris yang terhapus aku menemukan ketenangan melebihi yang aku dapat dari nikotin bahkan alkohol. saat kamu tersenyum membacanya aku akan membuat banyak lagi untuk membuatmu tertawa. saat kamu mengacuhkanpun aku akan membuat kata serapah lebih banyak lagi. Karena kamu terus menginspirasi tak peduli apapun yang kamu perbuat padaku
          Ada juga bosan yang melanda saat menjadikan cinta sebagai sumber inspirasi. Maka kadang aku beralih menjadikan benci sebagai inspirasi. Dan hal hal yang menyertainya seperti patah hati, dendam dan perasaan negatif dari amarah ternyata lebih menenangkan dari pada keinginan untuk mendapat cinta darimu. Aku mulai terjebak pada kesenangan bahwa penolakan membuat aku semakin kuat. Bahwa rasa cemburu pada kekasih kekasihmu membuat aku bahagia dengan cara yang aneh. Kelainan seperti skozophrenia, ahh andai saja aku benar benar memiliki delusi yang sangat kuat tentang kamu.
          Terima kasih untuk waktu yang kamu beri untukku. Darimu aku belajar banyak hal baik maupun jahat. Aku bisa menyehatkan jiwa dengan kesibukan kesibukan mengaksarakan apa saja yang terlintas dalam benak ini. dan kebanyakan yang terlintas adalah wajahmu. Dari nama ke wajah, aku semakin banyak meloncatkan pikiran dari satu hal ke ratusan hal lainnya. Wajah manismu, ekspresi datar ataupun senyum yang terkembang. Tawamu yang renyah atau tangismu yang indah. Meskipuan aku tak pernah melihatmu menangis tapi aku yakin, dalam pikiranku kamu terlihat sangat cantik saat menangis. Sayangnya aku tak pernah bisa membuatmu menangis. Tapi suatu saat nanti aku akan membuat air mata kelua dari wajahmu. Aku menjanjikan hal ini segera.
          Seorang perencana yang baik. Bahkan merencanakan agar kamu tidak punya alasan untuk menyukai aku. Sehingga aku punya alasan untuk membencimu. Aku membuatmu tidak bisa membaca pikiranku, sehingga aku punya alasn untuk bisa membaca pikiranmu. Membuatmu merasa bersalah sehingga aku bisa menyalahkanmu atas semua nasib buruk yang datang padaku. Malah seringkali aku menjadikan sebagai alasan untuk aku bisa mabuk mabukan. Padahal sejatinya aku memang bermental pemabuk. Baik saat kondisi pikiran kacau ataupun saat aku tak punya masalah apa apa.
          Kamu memberikan alasan kenapa aku menyukai bulan. Kenapa setiap malam aku lekat menatapnya di langit. Mencari kehangatan pada sinarnya yang redup. Logikanya, seterang apapun bulan bersinar akan tetap tertutupi oleh dingin yang dibawa malam. Sebesar apapun rasa sula yang dipendam padamu akal sehatku masih tetap berkuasa atas diriku. Kamu adalah air yang menyirami seni dalam darahku. Yang selalu mengalir berputar antara jantung dan pembuluh balik. Dan kamu tidak kekal, karena bulan selalu hilang diganti matahari. Dan kamu adalah penukarku untuk rasa senang tenang dan damai.
          
Advertisements

Published by

lewatjamtidur

A "One Piece" reader for about 10 years, MUFC suporter since child era, Yogyakarta, A Coffee, tea, and cigarette kretek addict.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s